DATA SPESIFIK WAJIB GUNUNG ANGGOTA MUDA MAKUPELLA DIKLATSAR XIX GUNUNG LAWU JALUR TAMBAK-CEMORO KANDANG

24 12 2019

Gunung Lawu (3.265 MDPL) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” (diperkirakan terahkir meletus pada tanggal 28 November 1885 dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous. Gunung Lawu adalah sumber inspirasi dari nama kereta api Argo Lawu, kereta api eksekutif yang melayani Solo Balapan-Gambir. Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Jalur Tambak ini merupakan jalur terpanjang diantara semua jalur yang terdapat di Gunung Lawu. Jalur pendakian ini memiliki lima pos pendakian. Di sepanjang jalur pendakian sedikit sekali petunjuk arah yang ada, sehingga pendaki bisa saja tersesat. Pendakian jalur Tambak ini diawali dari basecamp Tambak jalur Tambak.

Basecamp Tambak terletak di ketinggian 1221 MDPL di Desa Berjo, kecamatan Ngarjoyoso, Karanganyar. Perjalanan dari basecamp ke pos I memerlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Kita akan melewati perumahan warga terlebih dahulu dengan jalan bersemen, setelah itu kita memasuki hutan pinus dengan pemandangan ladang perkebunan warga disepanjang kanan-kiri jalan. Disamping jalur pendakian juga ada jalur motor trail. Sebelum sampai di pos I terdapat pos bayangan pos I jaraknya tidak telalu jauh dengan pos I. Pos I merupakan pos semi permanen yang terbuat dari kayu beratap seng dengan tiang pipa yang bertuliskan “Pos I”, tidak begitu luas bisa, dengan ketinggian 1571 MDPL. Terletak pada koordinat 0514640, 9156152.

1. Pos I-pos II (1 jam 15 menit)
Perjalanan dari pos I ke pos II membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Disepanjang perjalanan, medan sudah mulai berbeda dengan pos I karena sudah memasuki hutan rimbun, untuk pohon pinus disepanjang jalan menuju pos II sudah tidak ada. Untuk kondisi jalur tidak terlalu menanjak. Sepanjang perjalanan tidak ditemui sumber air. Pos II merupakan pos yang terletak di hutan. Sebidang tanah datar yang tidak jauh beda dengan pos I akan tetapi lebih luas dari pos I dengan pos yang terbuat dari kayu beratap seng, pos ini ditandai dengan kayu yang bertuliskan “Pos 2”. Pos II ini ada di ketinggian 1827 MDPL. Terletak pada koordinat 0517356, 9156011.

2. Pos II – Pos III (2 jam)
Pos III berada pada ketinggian 2138 MDPL. Perjalanan menuju pos III memerlukan waktu kurang lebih 2 jam. Dari pos II ke pos III jalan tidak jauh beda dengan jalur menuju pos II yaitu di tengah tengah hutan yang masih alami. Untuk kondisi jalur menuju pos III itu lebih panjang dari pos sebelumnya dan lumayan menanjak. Di sepanjang perjalanan tidak ditemui sumber air karena di tengah-tengah hutan. Di sepanjang jalan pos III terdapat jalur motor trail yang menuju gunung Lawu. Pos III ditandai dengan sebuah tiang kayu yang bertuliskan “Pos 3” yang merupakan tanah petak yang tidak terlalu luas. Terletak pada koordinat 0518505, 9156152.

3. Pos III – Pos IV (2 jam)
Perjalanan menuju pos IV jalurnya cukup panjang dari pada jalur-jalur. Perjalanan menuju pos IV memerlukan waktu sekitar 2 jam. Vegetasi merupakan hutan yang rindang dengan beberapa pohon tetapi jalanan terlihat jelas. Pos IV ditandai dengan adanya pohon yang cemara. Vegetasi hutan lebat dengan sedikit sinar matahari. Tanah terasa lembab. Terdapat shelter semi permanen di pos IV. Pos IV terletak pada ketinggian 2431 MDPL. Terletak pada koordinat 0519169, 9156397.

4. Pos IV – Pos V (2 jam 30 menit)
Dari pos IV menuju pos V memerlukan waktu 2 jam 30 menit. Jalur menuju pos V ini adalah adalah jalur tepanjang dari jalur-jalur sebelumnya. Jalan menuju pos V ini cukup menanjak karena sudah memasuki lereng dari gunung lawu. Dan pos V teletak di ketinggian MDPL. Vegetasi masih hutan lebat dengan sinar matahari. Terdapat shelter semi permanen di pos V dan hamparan rumput hijau yang cukup luas dan hampaan pemandangan yang sangat indah. Terletak pada koordinat 0520058, 9156567.

5. Pos V Tambak – Pos VI Tambak (pertemuan pos 3 jalur cemoro kandang)
Perjalanan menuju pertemuan pos VI Tambak ini cukup panjang. Jalur yang dilewati sudah melalui bebatuan kecil dengan pemandangan yang cukup indah berupa hamparan bukit-bukit yang luas. Pos VI ini berketinggian 3174 MDPL. Vegetasi pos VI menuju warung Mbok Yem adalah bunga Edelweis. Terletak pada koordinat 0520927, 9156641.
Pos VI Tambak– Warung Mbok Yem (30 Menit)
Pejalanan menuju warung Mbok Yem dari pos VI Tambak membutuhkan waktu hanya 30 menit. Untuk jalurnya tidak terlalu sulit dengan jalan bebatuan kecil. Warung Mbok Yem berketinggian 3151 MDPL. Terletak pada koordinat 0521701, 9157123.

6. Warung Mbok Yem – Puncak Hargo Dumilah (35 menit)
Puncak Hargo Dumilah terletak di ketinggian 3265 MDPL. Dengan estimasi waktu 35 menit, dengan kondisi jalur yang menanjak dengan bebatuan yang lumayan agak besar. Vegetasi tembuhan bunga edelweis. Dengan titik koordinat 0521443;9156890.

7. Puncak Hargo Dumillah – Sendang Derajat (15 menit)
Sendang Derajat adalah satu-satunya sumber air yang bisa di jumpai di jalur Cemoro Sewu. Sendang ini terletak pada ketinggian 3162 MDPL dan memakan waktu 15 menit dari puncak Hargodumillah. Trek menuju Sendang ini masih melewati jalanan rerumputan. Terletak pada koordinat 0521834, 9156755.

8. Sendang Derajat – Pos V Cemoro Sewu (15 menit)
Mulai dari pos ini, jalur yang dilewati sudah berubah menjadi bebatuan. Pos V Cemoro Sewu terletak di ketinggian 3128 MDPL. Vegetasi berupa pohon cemara.

9. Pos V Cemoro Sewu – Pos IV Cemoro Sewu (15 menit)
Trek yang dilewati sama dengan dengan trek sebelumnya. Vegetasi yang ada berupa rerumputan liar dan pohon cemara. Dari pos V menuju pos IV dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.

10. Pos IV Cemoro Sewu – Pos III Cemoro Sewu (45 menit)
Jalur yang dilewati masih berupa bebatuan yang membentuk tangga. Pos III ini terletak di ketinggian 2815 MDPL.
Dapat ditempuh dari pos IV dengan waktu 45 menit. Terletak pada koordinat 0521479, 9155806.

11. Pos III Cemoro Sewu – Pos II Cemoro Sewu (45 menit)
Jalur yang dilewati masih berupa bebatuan yang tersusun menjadi tangga. Vegetasi berupa pohon cemara dan rerumputan. Pos II terletak pada ketinggian 2620 MDPL. Dan dapat ditempuh dengan waktu 45 menit. Terletak pada koordinat 0521523, 9155430.

12. Pos II Cemoro Sewu – Pos I Cemoro Sewu – BC Cemoro Sewu
Jalur dari Pos II ke Pos I masih sama dengan jalur sebelumnya, namun jalurnya lebih panjang. Jalur Menuju BC mengalami perubahan, batuannya tersusun rapi dan kecil-kecil. Dari Pos II sampai BC Cemoro Sewu kira-kira 3 jam. Terletak pada koordinat 0521512, 9154275.





MAKUPELLA ORIENTERING COMPETITION “MaOC” 2018

5 06 2018

Orienteering

//MAKUPELLA NEW EVENT 2018//
*Get move for the glorious & korelasi manusia dengan alam*
Hallo masyarakat Indonesia, sudah gk sabar dengan kelanjutan acara Makupella??
Simak caption dibawah ini !
Makupella mempersembahkan acara spektakuler tahun ini, yaitu :
🔖 “MaOC 2018”
1. Makupella Orienteering Competition 2018 &
2. Photography Competition.
Catat tanggalnya yaaa !!
📌1- 2 September 2018
📍Kategori : umum dan Pelajar
Persiapkan diri kalian!!
Let’s run, let’s win
NB : Pendaftaran dan persyaratan akan kami infokan lebih lanjut. Jadi, pantau terus feed kami.
Narahubung :
📞Evita :  0895348626898 (WA)
📞Sasa : 085867316521 (WA)
#MaOC2018 #orienteering #orienteeringcompetition #orienteeringnasional #orienteeringumum #orienteeringpelajar #competition #lomba #mapala #mapalaIndonesia #lombaorienteering #fotografi #photographycompetition #lombafotografi #politeknikatkyogyakarta #wartapalaindonesia




Gunung Arjuno Via Tretes -Pengembaraan Diklatsar XVII Makupella-

17 05 2018

Gunung Arjuno merupakan sebuah gunung berapi dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Timur. Gunung ini memiliki 4 jalur pendakian yaitu jalur Purwosari (timur), jalur Lawang (tenggara), jalur Batu (barat) dan jalur Tretes. Jalur ini terkenal dengan trek berbatunya  sebagai titik awal (basecamp) pendakian via Tretes, yang terletak di Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di Desa Tretes, Pandaan, yang kemudian menjadi nama jalur pendakian lewat utara Gunung Arjuno ini.  basecamp Tretes terletak di depan Hotel Tanjung. Letaknya persis di sebelah kanan jalan (jika kalian dari arah Surabaya/Pandaan)

1. Basecamp – Pos I Pet Bocor (50 Menit)pos 1

Perjalanan dari basecamp dengan koordinat 0679542, 9148650 menuju pos 1 pet bocor dengan koordinat 0679440, 9148225 melewati jalan paving tersusun rapi yang kemudian melewati perkebunan warga dengan track yang tidak terlalu menanjak, apabila telah melewati jalan tanah otomatis pos 1 pet bocor telah dekat, jika ada pertigaan ambil belokan kiri dan apabila ada saung maka itulah pos 1 pet bocor. Di pos 1 pet bocor dapat digunakan untuk beristirahat karena disana ada kasur tipis, dan juga dapat digunakan untuk memasak, makan.

2. Pos 1 Pet bocor – Pos 2 Kop-kopan (7 Jam)IMG_1435Awal jalannya masih mudah berupa jalan cor-coran yang akan melewati pos perizinan terlebih dahulu dengan koordinat 0679427, 9147972 yang lama kelamaan akan berubah menjadi trek berbatu dan berkelok, apabila sudah menemui daerah terbuka dan suara gemercik air sudah terdengar maka pos 2 kop-kopan sudah dekat.  Di sini terdapat sungai yang bisa digunakan untuk sumber. Sumber air di sini bisa langsung di minum. di pos 2 Kopkopan dengan koordinat 0678902, 9146164 kalian bisa mendirikan tenda. Di pos 2 kondisi medannya termasuk luas dan landai namun terbuka.

3. Pos 2 Kop-kopan – Pos 3 Pondokan (8 jam)20180211_171602

Pos 2 hingga Pos 3 jalannya berbatu yang menanjak terus menerus. Di jalur pos 2 menuju pos 3 terdapat tanjakan yang panjang dan curam, namanya tanjakan Asu. Inilah yang menjadi tantangan dan siksaan bagi para pendaki yang menuju ke Arjuno via Tretes.  Kita dapat mendirikan tenda di sini. Sumber air di pondokan ini berada di sebelah kanan pos, turun sebentar dan akan menemui sungai kecil pos 3 pondokan dengan koordinat 0675846, 9146034 ini juga termasuk jalur pertemuan ke Arjuno dan Welirang.

4. Pos 3 Pondokan – Lembah Kidang Savana (35 Menit)

20180212_062700

Di savana yang biasa di sebut sebagai Lembah Kidang ini, juga bisa mendirikan tenda. Lokasi ini lebih menjadi pilihan jika dibandingkan dengan di Pos 3. Pemandangan yang indah di Lembah Kidang dengan koordinat 0676063, 9142919 menjadi salah satu alasan para pendaki melewati jalur Tretes. Belum lagi jika kalian beruntung kalian bisa menemui kawanan Rusa (Kidang, Bhs Jawa). Di sekitar Lembah Kidang juga terdapat sumber air, tetetapi kadang surut bahkan kering saat musim kemarau.

5. Lembah Kidang – Pasar Dieng ( 4 Jam)

20180212_120647

Jalur sebelum menuju ke pasar Dieng akan melewati alas Lali Jiwo, di sini akan membuatmu “Lali Jiwo” karena jalan menanjak tanpa jeda yang mayoritas diisi oleh tumbuhan cemara. Di pasar Dieng pada koordinat 0675296, 9141382 terdapat beberapa makam dan tumbuhan edelwis.

6. Pasar Dieng – Puncak Ogal-Agil (2 Jam)

IMG_1500

Puncak tertinggi Gunung Arjuno 3339 Mdpl dengan koordinat 0675644, 9141377 ditandai dengan banyaknya batu-batu besar yang tersusun rapi. Meskipun sebenarnya batu-batu besar ini cukup stabil, namun kesan yang didapat adalah tumpukan batu besar ini seperti goyah, yang dalam Bahasa Jawa adalah Ogal-agil.

 Vidio Pengembaraan Diklatsar XVII gunung Arjuno Jalur Tretes

 





Peringatan Hari Bumi “Save Earth for Our Future”

17 05 2018

Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2018 dapat dilakukan oleh semua orang di seluruh dunia, Meskipun hanya aksi kecil dan sederhana namun akan tetap memberikan pengaruh besar bagi bumi. Dalam rangka peringatan  hari bumi, Makupella mengadakan kegiatan tanam mangrove di pantai Baros pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2018 dengan Tema kegiatan “Save Earth for Our Future”.

Kegiatan tanam mangrove ini sudah dilakukan selama 2 tahun berturut-turut dengan memilih lokasi di Pantai Baros. Pemilihan lokasi penanaman mangrove di pantai Baros bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir pantai Baros merupakan peralihan antara ekosistem darat dan laut yang bersifat kompleks. Bertambahnya populasi penduduk di Dusun Baros berakibat pada meningkatnya aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seiring berjalannya waktu, lahan di Pantai Baros mulai beralih fungsi, digunakan untuk lahan pemukiman dan bercocok tanam. Akibat pemanfaatan alam yang berlebihan, kerusakan alam pun mulai terlihat.

WhatsApp Image 2018-05-11 at 21.22.14Hari Bumi Makupell

Peserta kegiatan tanam mangrove mulai berkumpul di Kampus 2 Politeknik ATK Yogyakarta dan melakukan registrasi pukul 08.00 WIB. Banyak peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya; perwakilan kelas, HIMA, Forum, dan UKM Kampus. Diluar masyarakat kampus sendiri ada beberapa perwakilan dari Komunitas Mangrove, pers dan masyarakat umum yang juga ikut dalam kegiatan tanam mangrove. Setelah peserta melakukan registrasi selanjutnya dilakukan briefing kemudian perjalanan menuju lokasi penanaman mangrove.

WhatsApp Image 2018-05-11 at 21.22.24

Setelah sampai di lokasi, kami melakukan ceremonial pembukaan yang dihadiri presiden mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta dan dilanjutkan dengan sharing materi tentang Mangrove. Sharing materi diisi oleh Saudara Bangkit sebagai moderator dan Bapak Dedi sebagai pemateri, Pak Dedi merupakan salah satu pengelola Kawasan konservasi mangrove. Beliau menjelaskan tentang pengertian mangrove, fungsi dan cara penanaman mangrove yang baik dan benar, supaya ketika pelaksanaan kegiatan penanaman nantinya pohon mangrove bisa tumbuh dengan sebagaimana mestinya.

WhatsApp Image 2018-05-11 at 21.22.32

Selanjutnya setelah sharing Materi, memasuki acara inti yaitu; tanam mangrove. Yang dimulai pukul 10.30 WIB sampai pukul 11.30 WIB. Peserta sangat atusias dalam kegiatan penanaman.

WhatsApp Image 2018-05-11 at 21.25.16

Selesei penanaman mangrove kemudian makan siang dan penutup.  Setelah penutup seluruh peserta kembali ke Kampus 2 Politeknik ATK Yogyakarta.

 





TALKSHOW PERINGATAN HARI AIR SEDUNIA “Memanen Air Hujan Sebagai Alternatif Air Bersih”

7 05 2018

jhiohljCatatan agenda hari air (talk show)

Tanggal 22 maret adalah peringatan hari air sedunia, sehubungan dengan hal tersebut makupella mengadakan acara untuk memperingati hari air dengan mengadakan talk show dengan tema “pemanfaatan air hujan” yang dilaksanakan pada tanggal 27 maret 2018.

Pukul 11.00 WIB panitia melakukan gladi resik di auditorium politeknik ATK Yogyakarta, kemudian kami mendekor audit dipimpin oleh coordinator lapangan hari sampah, pukul 17.00 WIB panitia melakukan breafing yang dipimpin olehkoor hari sampah  dan berkumpul diaudit untuk melakukan tugas masing masing. Pada pukul 17.30 WIB tim adven menjemput salah satu pemateri yaitu bapak agus dibandara  yang baru saja pulang dari Jakarta, karena jarak dari kampus menuju kediaman pak agus lumayan jauh jaraknya, pak agus dating sedikit terlambat.

IMG_5411

Kemudian panitia yang lain bertugas sesuai tugasnya masing masing

Pukul 18.00-18.30 WIB peserta melakukan registrasi pukul 19.00 WIB ibu sri sebagai pemateri telah menempati bangkunya kami sangat bersyukur karena bapak sutopo hadir untuk mewakili pihak akademi  pukul 19.45 acara talk show dimulai kami juga sangat bersyukur karena acara yang kami rencanakan berjlan sesuai harapan kami

IMG_5441

pukul 20.00 WIB bangku demi bangku pun mulai diisi oleh peserta talk show lainnya, malam semakin larut namun semangat peserta tidak juga surut sebelumnya kami merasa kalut, kami takut acara yang sudah lama kami rencanakan gagal senyum kami semakin lebar ktika kami melihat didaftar hadir peserta tidak hanya dari mahasiswa ATK saja melainkan dari luar ATK juga antusiasnya tidak kalah,

IMG_5458

pukul 21.30 WIB acara Tanya jawab antusias peserta sangat luar biasa, malam itu kami merasa menjadi panitia yang cukup berhasil, acara kami berakhir pada pukul 22.00 WIB.

IMG_4031IMG_5556





Peringatan Hari peduli Sampah ; Mengubah sampah Menjadi Barang yang Fungsional

8 03 2018

Pada era modern ini manusia tidak bisa lepas dengan barang-barang yang identik dengan plastik. setiap hari orang akan berkecimbung dengan plastik. plastik sangat digemari oleh manusia karena fungsi yang melimpah, semua akan praktis jika ada plastik. disisi lain plastik juga sangat berbahaya terhadap lingkungan, banyak manusia yang kurang mengerti betapa bahayanya limbah plastik. plastik merupakan barang yang tidak disukai oleh tanah. sifat plastik alot menjadikan plastik sangat sulit untuk diurai. apalagi melihat sekarang banyak sekali sampah plastik yang menggunung dimana mana.

berlaatar belakang itulah, Hari minggu tepatnya pada tanggal 25 febriari 2018, dalam rangka memperingati hari sampah Makupella mengadakan acara bersih-bersih pantai. acara tersebut dilaksanakan di pantai parangtritis. kegiatan dilaksanakan sehari penuh karena melihat sampah yang memang sangat banyak disana. alhasil tim mendapatkan kurang lebih 20 kantong trasbag  setelah seharian penuh memungut sampah dipantai parang tritisWhatsApp Image 2018-03-08 at 18.13.43

 

Pengolahan Hasil Sampah

hasil sampah yang didapatkan akan diolah kembali.

tahap pertama bank sampah :

maksud disini adalah pemfilteran. sampah dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. sampah organik akan dibuang karena sampah organik masih bisa diurai oleh tanah, sampah yang dapat diuangkan akan diuangkan, sampah plastik akan disimpan untuk di manfaatkan. lalu sampah plastik dibersihkan terlebih dahulu supaya terhindar dari kuman atau virus. WhatsApp Image 2018-03-08 at 17.13.23

Tahap kedua penjemuran

sampah yang sudah bersih lalu dikeringkan terlebih dahulu sampai benar benar kering

WhatsApp Image 2018-03-08 at 17.13.24.jpeg

tahap ketiga pembuatan ecco break

eco break sendiri adalah pemanfaatan sampah. eco break sangat banyak sekali macamnya. salah satunya dengan cara hasil sampah yang sudah di jemur dimasukkan ke dalam botol yang bersih. lalu di padatkan hingga keras

WhatsApp Image 2018-03-08 at 18.46.28.jpeg

WhatsApp Image 2018-03-08 at 18.46.11

Tahap terakhir adalah perancangan

ditahap ini kita bisa berimprofisasi, carilah referensi di internet mengenai hasil eco break….

 

inti dari kegiatan ini adalah mengecilkan sampah dan berusaha memanfaatkannya, sampah adalah wabah yang memang harus kita atasi bersama sama.. harapan dari kami kegiatan seperti ini  dapat dipraktekan dimana saja. jika cuma satu dua kelompok yang bergerak pastinya tidak akan ber imbas banyak, beda cerita jika kita semua melakukannya…

“peduli itu hak mu, kamu tuanya menjadi berguna atau tidak kamulah yang menentukan”

Penulis : Bachtiar Riza





Struktur Organisasi Makupella Periode 2017-2018

28 02 2018

Ketua Umum :
Moch. Bachtiar Riza Fahma (NPA. 133/XVI/MKPL/15)

Dewan Penasihat :
Abimanyu Y. R. A (NPA. 096/X/MKPL/09)
Hendras Laksono (NPA. 113/XIII/MKPL/12)

Sekretaris :
Marissa Ovira K. (Anggota Muda XVII)

Bendahara :
Wananda Zuhrotunnisa’ (Anggota Muda XVII)
Hartanti Wulandari (Anggota Muda XVII)

Penelitian dan Pengembangan :
Endang Anggraeni (NPA. 130/XVI/MKPL/15)

Hubungan Masyarakat :
Luthfiana Nur Aida (NPA. 132/XVI/MKPL/15)

Operasional :
Ilham Bintang Pamungkas (NPA. 131/XVI/MKPL/15)

Logistik :
Adam Zariyat (NPA. 125/XVI/MKPL/15)