Pengembaraan Diklatsar XVI

8 04 2017

DSC_0463

Pengembaraan Diklatsar XVI

Gunung Slamet via Guci

Tanggal pelaksanaan 4 – 7 Desember 2016

Susunan kepanitiaan pengembaraan
Ketua : Bangkit Amirudin
Sekretaris : Endang Anggrahini
Bendahara : Anif Fauziah
Korlap : Ilham Bintang Pamungkas
Perlengkapan : Muhammad Muslih
Ari Cahya Pratama
Konsumsi : Anis Sholekhah
PDD : Ainun Septiarini
Dana Usaha : Luthfiana Nur Aida
Adam Zariyat
Transportasi : Ilham bintang Pamungkas
Humas : Moch. Bachtiar Riza F
Ahmad Aditya H
PL : Siti Ayu Nur Asia

Salam Lestari!

Inilah kelompok kecil dari diklatsar yang berawal dari sebuah keinginan mendaki gunung bersama, tetapi tidak hanya sekadar mendaki gunung saja melainkan guna untuk menempuh jenjang pendidikan yang telah ditentukan di organisasi Makupella ini.

Berawal dari salah satu keinginan dari satu orang dan mempengaruhi keinginan yang lainnya yaitu mendaki gunung berapi tertinggi dari provinsi jambi “kerinci” dengan semangat dan keyakinan kelompok kami terus berusaha dari segi dana,informasi,dan fisik. Jumlah kelompok pun yang awalnya berjumlah 15 orang terdapat 1 orang yang terpaksa mengundurkan diri karena tidak mampu dalam hal fisik, dana, dan masalah pribadi lainnya. Yang kemudian kami mendapat informasi dari pengurus, bahwasannya tahun tersebut akan diadakan eksplorasi goa yang berlokasi di Maros, yang kemudian kelompok kami memutuskan untuk mengganti tempat ke gunung Latimojong yang nantinya juga akan digunakan sebagai bahan eksplorasi karena faktor tempat yang berdekatan dan untuk membantu kegiatan eksplorasi tersebut. Persiapan pun dimulai kembali dari awal, kami mencari tentang data dan biaya untuk mencapai puncak rante mario dan terus berembuk dengan pengurus untuk mensinkronasikan waktu, yang kemudian 2 anggota kami mengudurkan diri lagi dengan alasan yaitu bermasalah dengan biaya. Kemudian kami bermusyawarah sebelum rencana pendakian ini lebih jauh lagi, kami pun memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana tersebut dan sempat terpikir untuk mendaki gunung salak 1,2 dan 3 ,dan kemudian kami berpikir bahwa fisik anggota kami tidak akan cukup mendaki 3 gunung itu secara bersamaan.

Setelah itu kami meminta pendapat para pengurus yang bertanggungjawab di bidang pendidikan dan mengatakan bahwa “tidak perlu mendaki terlalu jauh sedangkan tujuannya untuk melengkapi data dari makupella, lihat itu gunung Slamet, gunungnya dekat tapi datanya belum ada di makupella” kemudian kami memutuskan untuk mendaki gunung slamet via guci setelah membicarakannya dengan matang. Persiapan fisik, mental, data jalur, dana sudah dipersiapkan, proposal pun disusun, uji materi untuk memastikan anggota kami siap berkegiatan mendaki gunung pun sudah dipenuhi, yang kemudian mempresentasikan kepada seluruh anggota makupella dan pengurus mengenai pemberangkatan kelompok kami.

Berita haru pun datang kembali dari satu anggota kami yang memutuskan untuk tidak ikut berangkat bersama-sama karena ada hal tertentu, dan itu adalah ketua dari kelompok kami sendiri, yang akhirnya kami bermusyawarah kembali yang sudah kesekian kali dengan masalah yang sama tetapi orang berbeda. Ketua kami memutuskan dan meyakinkan kepada kami kalau dia tetap berangkat pengembaraan tetapi tidak bersama kami. Rasa tidak terima tetapi harus untuk melepaskan ketua kami mengingat hari pemberangkatan hanya tinggal 2 minggu lagi.

Seminggu sebelum keberangkatan kami mempersiapkan kebutuhan kelompok dan mengumpulkan peralatan pribadi yang kemudian dikarantina, ini bertujuan untuk meminimalisir barang barang yang kemuninan akan tertinggal, barang-barang kami pun di checklis guna mengingatkan dan tahu barang-barang yang sudah dibawa dan belum dibawa. 3 hari sebelum keberangkatan kami pun beristirahat untuk mengumpulkan tenaga dan mempersiapkan mental untuk pendakian.

Sebelum pemberangkatan tim pendakian berkumpul di Basecamp Makupella pukul 07.00 WIB, kami mempersiapkan tas dan alat yang akan dibawa untuk pengembaraan. Sekitar pukul 07.30 – 08.00 tim breafing terlebih dahulu yang dipimpin oleh koordinator lapangan yang dihadiri ketua Makupella dan pembimbing pengembaraan.
Setelah selesai kita menyempatkan berdoa untuk kelancaran dan keselamatan kami setelah itu kami berfoto bersama didepan basecamp tercinta kami. Pukul 08.15 kami berangkat ke terminal Giwangan, karena orang yang mengantar terbatas, kamipun bergantian diantara dengan kendaraan motor, sampai semua di terminal Giwangan pukul 09.00.
Kami menunggu sekitar 10 menit, tim pengembaraan berangkat dengan penuh semangat, walau kami sedikit sedih karena salah satu teman kami tidak bisa ikut karena ada kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Disepanjang perjalanan ke Purwokerto kami bercanda dan sedikit berbincang untuk mempersiapkan pendakian, selebihnya kita istirahat. Kurang lebih 5 jam kita diperjalanan akhirnya kita sampai di Purwokerto, tepatnya kita turun di rumah sakit Margono, karena sebelumnya kami sudah menghubungi teman kami di Mapal Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kami akan berkunjung terlebih dahulu disana sambil menunggu mobil yang akan mengantar kami ke Guci. Setelah menunggu beberapa menit di depan Rumah Sakit Margono akhirnya kami dijemput pukul 14.05 dan sampai di Mapala Satria pukul 14.dua0 WIB, walaupun hujan deras kami tetap semanagt, di sana kami disambut dengan baik.
Pada pukul 18.10 mobil yang akan mengantar kita ke Guci suadah datang, kemudian pukul 18.30 kami berangkat menuju desa Guci ( basecamp Kompak ), jarak tempuh kurang lebih dua,5 jam, karena lama, disepanjang perjalanan kami menghabiskan waktu dengan berbincang, bercanda, dan istirahat sejenak. Setelah dua,5 jam kami diperjalanan, tim pendakian akhirnya sampai di basecamp Kompak yang berada di desa Guci, sesampainya di sana kami langsung membereskan barang bawaan dan setelah itu kami berbincang – bincang dengan penjaga basecamp dan sebagian ada yang mandi dan masak, sekitar pukul dua3.00 WIB kami breafing untuk persiapan pendakian besok sampai pukul 24.00 WIB. Setelah itu kami istirahat sampai pukul 04.30, sesuai kesepakatan kami bangun pukul 04.30, kamipun mandi, sholat, dan sarapan, setelah itu kami pemanasan terlebih dahulu sebelum pendakian.
Pukul 06.30 WIB kami mulai pendakian dari basecamp Kompak sampai pos 1 sekitar 1 jam 30 menit dengan jarak tempuh 2 Km, dari basecamp Kompak kami melewati aspal kemudian memotong jalan ke tepi sungai sampai ke jalan aspal dan menemukan jembatan yang lumayan besar jalan kearah kanan, di kiri jalan setelah melewati jembatan akan ditemui penunjuk arah untuk jalur pendakian, dari penunjuk arah tersebut kami mulai masuk jalur pendakian yang diawali dengan jalan tanah yang menanjak, vegetasi pun sudah terlihat berupa pohon – pohon Pinus yang lebat, hampir seperempat perjalanan, jalan mulai berganti dengan jalan bebatuan, diawal jalan bebatuan terlihat perkebunan warga, dan selanjutnya vegetasi ditumbuhi dengan semak – semak yang lebat. Kami banyak menemui percabangan jalan yang belum ada petunjuk arah disekitarnya, hampir 1 jam perjalanan, jalan yang kita lalui masih berupa jalan berbatu dan masih relatif landai. Beberapa menit kemudian jalan sudah berubah menjadi tanah dan beberapa saat kemudian, sekitar pukul 08.00 tim pendakian sampai di pos 1 ( Pondok Pinus ) dengan ketinggian 1500 mdpl dan koordinat 0298758, 9202241.
Sekitar 15 menit kami beristirahat di pos 1, kemudian kami melanjutkan perjalanan pada pukul 08.15 WIB ke pos dua ( Pondok Cemara ), estimasi waktu untuk sampai di pos dua sekitar 90 menit, sepanjang perjalanan vegetasi masih ditemui pohon Pinus dan beberapa tanaman paku dan pakis. Trek dari pos 1 ke pos dua masih relatif landai dengan beberapa jalan tangga yang tinggi serta cukup menguras tenaga sehingga kami beberapa kali beristirahat, setelah hampir 1 jam 30 menit kami berjalan ternyata kami belum sampai, jalan mulai sedikit menanjak dan setelah berjalan lagi 15 menit akhirnya kami sampai di pos 2 ( Pondok Cemara ). Sekitar pukul 10.00 WIB tim sampai di pos dua dengan ketinggian 1945 mdpl dan koordinat 0299618, 9201105. Di pos 2 tersebut kami beristirahat sambil makan logistik yang kami bawa, hampir 20 menit kami beristirahat.
Kami melanjutkan perjalanan pada pukul 10.20 WIB, estimasi waktu dari pos 2 ke pos 3 sekitar 60 menit, jalan menuju pos 3 mulai menanjak dan berkelak – kelok, vegetasi yang dapat kami temui yaitu tanaman paku dan pakis, banyak ditemui juga pohon – pohon yang tumbang yang di penuhi dengan lumut. Tak sampai 60 menit kami berjalan kami terkejut karena ternyata kami sudah sampai di pos 3. Pada pukul 11.08 WIB tim pendakian sampai di pos 3 ( Pondok Pasang ) dengan ketinggian 2120 mdpl pada koordinat 0300030, 9200491. Kami beristirahat sambil memakan snack yang kita bawa, kami beristirahat sampai pukul 11.15.
Kami melanjukan perjalanan pada pukul 11.20 WIB, medan dari pos 3 ke pos 4 pada awalnya masih landai, setelah beberapa saat berjalan barulah jalan mulai menanjak dan dipenuhi akar yang besar dan pohon yang tumbang, pada seperempat perjalanan menuju pos 4 kami sempatkan untuk sholat dhuhur terlebih dahulu, kita berhenti pukul 12.00, dan melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 12.30 WIB, setelah hampir setengah perjalanan kami mulai keluar hutan dan berganti dengan semak – semak yang lebat. Semak – semak tersebut hampir menutupi jalan dan sesekali didapati pohon tumbang yang menghalangi jalan sehingga kami harus melewatinya dengan cara menaikinya ataupun berjalan perlahan – lahan diatasnya. Jalan yang menanjak dan bertangga sangat menyulitkan kami sehingga banyak mengulur waktu dari target waktu yang telah ditentukan. Hampir berjalan selama dua jam 30 menit kami masih belum sampai di pos 4, dan kamipun terus berjalan hingga akhirnya kami berjalan selama 30 menit kami menemukan pos 4. Sekiat pukul 14.28 WIB tim pendakian sampai di pos 4 ( Pondok Kematus ) pada ketinggian 2578 mdpl dengan koordinat 0301230, 9199488. Di pos 4 kami beristirahat selama 15 menit, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke pos 4.
Pada pukul 14.45 WIB kami mulai melanjutkan perjalanan ke pos 5 ( Pondok Cantigi ) atau dimana kita akan membuat tenda disana. Karena pos 5 ini adalah pos terakhir dan batas vegetasi, estimasi waktu untuk mencapai pos 5 sekitar 1 jam 10 menit, sebelum sampai di pos 5 kami akan melewati pondok Eidhelweis untuk sampai ke pondok Eidhelweis membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sekitar 20 menit kmi berjalan kami menemukan sumber mata air yang kami kira adalah jalan untuk menuju pos 5, waktu itu kami sempat kebingungan untuk mencari jalan, ternyata jalan yang kearah pos 5 terlewat karena tidak terlihat, akhirnya kami melanjutkan perjalanan, saat dalam perjalanan kami menemukan semak – semak yang akar – akarnya menutupi jalan dan membentuk terowongan seperti goa, sehingga kami harus menunduk dan merangkak untuk melewatinya, banyak yang tersangkut pada akar – akarnya karena kita membawa carier, dan akhirnya satu persatu dari kami dapat melewatinya. 15 menit kemudian kami sampai di pondok Eidhelweis, tetapi kami tetap melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 16.00 kami belum sampai di pos 5 karena medan yang terus menanjak dan berkelok – kelok. 30 menit kemudian kami sampai di pos 5 ( Pondok Cantigi ) pada pukul 16.30, di pos 5 ternyata sudah ada yang mendirikan tenda dari pendaki lain.
Waktu sampai di pos 5 kami langsung membagi tugas, untuk yang laki – laki mendirikan tenda dan yang perempuan masak untuk persiapan makan, pukul 16.30 kami sudah selesai mendirikan tenda dan segera merapikan carier yang kita bawa, sementara yang lain masih masak, adzan maghrib sudah berkumandang kami bergantian untuk melaksanakan sholat. Pukul 18.15 makan sudah siap dan kamipun langsung makan bersama – sama didalam tenda, suhu disana sangatlah dingin, sehingga kamipun mengantisipasinya dengan memakai jaket dan sarung tangan dan juga agar tidak terkena hopotermia, setelah kami selesai makan kami melanjutkan dengan breafing untuk kegiatan besok hari dipimpin oleh koordinator lapangan, kami sepakat untuk bangun pukul 04.00 dan mulai pendakian kepuncak pada pukul 04.30, setelah breafing kami segera bergegas menyiapkan apa saja yang akan dibawa untuk besok, setelah itu kami beristirahat pada pukul 21.30 WIB sampai pukul 04.00 WIB kami mulai bangun dan mulai bersiap – siap dan melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu karena terlat 30 menit akhirnya kami mulai berangkat pada pukul 05.00, kami berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pendakian ke puncak, estimasi waktu untuk mencapai puncak Guci sekitar 2 jam.
Trek yang menanjak dan curam dengan medan berbatu sangat menyulitkan kami, karena masih gelap kami menggunakan head lamp untuk penerangan jalan, kami terus melanjutkan perjalanan menuju puncak, tanda atau marka petunjuk arah sangat minim bahkan tidak ada hanya ada tanda cat putih di batu sebagai petunjuk arah, sudah 1 jam perjalanan cahaya matahari mulai terlihat sehingga kami tidak lagi menggunakan head lamp. Tidak hanya medan yang terjal dan berbatu, angin kencang yang mengarah ke barat menjadi tantangan sehingga kami berjalan secara perlahan – lahan dan masih ada lagi tantangan yang dihadapi seperti kabut yang tiba – tiba turun yang membawa uap air membuat hujan, dan medan yang berbatu tak sering membuat batu – batu kecil dan besar berjatuhan sehingga kami harus terus waspada saat menginjak jalan tersebut dan harus siap – siap menghindar jika ada batu yang jatuh.
Sekitar 700 meter lagi puncak Guci sudah terlihat, sesekali kami istirahat untuk menghela nafas dan sedikit minum, 300 meter dari puncak trek berubah menjadi pasir dan kerikil kecil yang merupakan bekas material dari letusan gunung berapi, 30 menit kemudian kami sampai di puncak Guci, disana kami senang karena telah sampai puncak tetapi disitu kami juga merasa bingung karena tidak ada marka atau tulisan puncak Slamet, disitu koordinator lapangan melihat pada GPS bahwa ketinggian masih berada di 3358 mdpl, sehingga kami membuat kesimpulan kami harus berjalan lagi ke puncak tertinggi yaitu 3428 mdpl. Kami duduk dan makan beberapa snack yang kami bawa sambil berdiskusi dan melihat peta topografi yang kami bawa, kami mencoba mencari titik kami berada dengan memasukan titik koordinat yang ada pada GPS dan hasilnya kami harus berjalan kearah timur untuk mencapai puncak tertinggi Slamet.
Kami harus berjalan melewati tebing yang terjal dengan angin yang sangat kencang, disitu kami kebingungan untuk melanjutkan atau tidaknya perjalanan karena kami belum tau keadaan cuaca dan medan diatas kami merasa khawatir dengan keselamatan tim pengembaraan, dan dengan kesepakatan bersama kami melanjutkan perjalanan pada pukul 08.10 WIB, kami berjalan beriringan dengan mmengikat tali webbing ke masing – masing orang yang ada dibelakang dan didepannya, kami berjalan perlahan – lahan karena angin yang sangat kencang sewktu – waktu dapat mendorong kami, bau belerang yang tercium sangat menyengat dan membuat mata kami perih, sesekali kami harus mengambil nafas dalam – dalam untuk melewati belerang – belerang disamping tebing, dengan jalan yang tipis kami harus sangat berhati – hati, setelah hampir 30 menit kami berhasil melewati tebing yang curam dan asap belerang. Kami terus berjalan mengikuti tebing kawah dan ternyata jalan tebing tersebut buntu, kami harus turun ke kawah yang sudah tidak aktif lagi, dengan tetap berhati – hati kami sudah sampai direruntuhan batu, kami masih harus naik lagi melewati medan berbatu yang besar, setelah hampir 1 jam kami akhirnya sampai dipuncak tertinggi Slamet yaitu puncak Surono pada pukul 09.45 WIB.
Kami beristirahat sejenak dan dilanjutkan dengan ceremonial janji Makupella dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, setelah itu kami makan dan berfoto – foto sampai pukul 10.50 WIB dan segera berkemas untuk kembali turun, pada pukul 11.00 WIB kami mulai turun setelah kami sampai di kawah kami memotong jalan agar tidak terlalu jauh memutar sama saat berangkat. Kembali ke tebing kawah yang curam dan angin yang masih kencang kami menggunakan kembali tali webbing dan carabiner sebagai pengaman seperti saat berangkat, kami melewati asap belerang yang tebal dan mengharuskan kami untuk menahan nafas sesaat.
Pada pukul 11.50 WIB kami sampai kembali di puncak Guci, setelah itu kami langsung melanjutkan turun ke pos 5 atau tempat kami mendirikan tenda, karena jalan berbatu dan berpasir kami harus tetap berhati – hati, karena salah satu teman kami ada yang sudah lelah kami membagi tugas untuk orang yang sampai terlebih dahulu langsung masak. Dan setelah berjalan hampir 1 jam 30 menit beberapa orang dari kami sudah sampai dan langsung masak beberapa orang lainnya masih tertinggal di belakang dan pada pukul 14.10 WIB semua tim pengembaraan sudah sampai di pos 5. Setelah sampai semua, koordinator lapangan membagi tugas untuk masak, packing,dan bergantian sholat, pukul 16.25 WIB kami selesai makan dan packing dan bersiap – siap untuk kembali turun, perkiraan kami sampai di basecamp Kompak pada pukul 20.00 WIB. Kami mulai berjalan turun pada pukul 16.30 WIB, kami berjalan agak cepat karena beban carier kami sudah berkurang sehingga kami cepat sampai di pos 4, kami sampai di pos 4 pukul 16.55 WIB dan beristirahat selama 5 menit untuk minum dan setelah itu kami melanjutkan turun ke pos 3 pada pukul 17.00 WIB.
Hari mulai malam dan kami mulai menyalakan head lamp dan sedikit menurangi tempo berjalan kami karena jarak pandang yang terbatas, kami terus berjalan sampai adzan berkumandang kami berhenti kembali, beberapa menit kami melanjutkan perjalanan kami sampai di pos 3 pada pukul 18.45 WIB, disana kami beristirahat agak lama sekitar 10 menit sambil mengganti baterai yang mulai habis. Setelah selesai beristirahat kami melanjutkan turun ke pos 2 pada pukul 18.55 WIB, pada saat perjalanan salah satu teman kami ada yang terpeleset jatuh, karena keadaan medan yang licin dan banyak akar disitu kami berhenti sebentar untuk mengecek keadaan teman kami yang jatuh tadi, dan setelah di chek alhamdulillah tidak terjadi hal yang terlalu mengkhawatirkan hanya licet – licet sedikit dibagian tangan.
Kami mulai melanjutkan perjalanan taklama kami berjalan sekitar 45 menit kami telah sampai di pos 2 pada pukul 19.20 WIB, karena baterai GPS sudah habis disitu koordinator lapangan mengganti baterai sambil beristirahat selama 10 menit dan melanjutkan perjalanan pada pukul 19.30 WIB ke pos 1, kamipun terus berjalan dengan tempo lebih cepat karena jalan sudah mulai landai tetapi salah satu dari tim pengembaraan sudah terkuras tenaga sehingga kami menurunkan tempo berjalan kami untuk menunggu dia. Hari sudah semakin malam, target untuk sampai di basecamp pendakian pada pukul 20.00 WIB sepertinya tidak tercapai karena kami berjalan dengan sangat lambat.
Pada pukul 20.15 WIB akhirnya kami sampai di pos 1 kami beristirahat sebentar dan mulai melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 20.20 WIB dengan jalan perlahan kami mulai merasa lelah karena beban carier yang mulai terasa, setelah berjalan 40 menit kami mulai menemukan jalan berbatu licin yang sama saat kami naik, kami terus berjalan dan sesekali berhenti untuk minum dan setelah berjalan kembali selam 30 menit kami mulai melihat rumah – rumah penduduk dari atas, kami mulai mempercepat jalan kami dan kami juga mendengar suara air yang menandakan kami sudah dekat dengan jembatan jalan aspal yang kami lewati saat berangkat pendakian, akhirnya kami sampai juga di jalan aspal kami merasa senang dan lega karena sudah sampai dibawah dengan selamat., kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan ke basecamp Kompak 10 menit kemudian kami sampai, kami mengucap syukur alhamdulillah telah sampai dengan selamat dan sehat.
Di basecamp pendakian kami mulai merapkan tas – tas kami dan mandi sekitar jam 23.00 WIB, setelah semua mandi kami breafing untuk mempersiapkan kearifan lokal sosialisasi kebersihan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan memasang banner kebersihan disekitar desa Guci dan tempat wisata air panas Guci. Pukul 24.00 breafing sudah selesai dan dilanjutkan tidur dan makan, karena beberapa orang sudah capek mereka memilih langsung tidur dan sebagian lainnya masih makan, setelah itu kami tidur dan bangun sesuai kesepakatan pukul 04.30 WIB, kami bangun 30 menit sedikit telat karena masih kelelahan. Pukul 05.00 kami melaksanakan sholat subuh, mandi dan sebagian ada yang masak untuk sarapan. Pukul 06.30 WIB kami sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat untuk kearifan lokal, pada pukul 07.30 kami belum berangkat karena belum ada konfirmasi dari pihak PAUD.
Pukul 08.30 WIB kami mulai berangkat ke PAUD, karena masih belajar kamipun memulai sosialisasi pada pukul 09.00 WIB. Kami memulai dengan perkenalan bernyanyi setelah itu baru masuk materi tentang kebersihan, guru dan anak – anak menyambut kami dengan senang dan meriah. Setalah 1 jam sosialisasi kami menutup dengan berfoto bersama anak – anak PAUD dan guru serta memberikan beberapa buku bacaan dan kenang – kenangan. Setelah itu kita melanjutkan memasang benner kebersihan disekitar desa dan kawasan wisata serta basecamp Kompak, setelah itu kami kembali ke basecamp Kompak untuk makan dan istirahat sambil menunggu jemputan datang dan beberapa dari kami main ke pemandian air panas.
Pukul 12.00 WIB kami mulai bersiap – siap packing dan tinggal menunggu jemputan datang, mobil jemputan sedikit telat 30 menit sehingga mobil baru datang pukul 13.00 WIB, karena menunggu sopirnya mandi dan belanja akhirnya kami menunggu lagi selama 60 menit dan pada pukul 14.30 WIB kami baru berangkat, tadinya kami berencana langsung berangkat ke terminal Purwokerto tetapi karena kita pamitan terlebih dahulu ke Mapala Satria yang sudah membantu, kami akhirnya kesana terlebih dahulu.
Jam 16.25 WIB kami sampai di Mapala Satria, kami disambut dengan baik sama seperti pertama kali kami kesana, disana kami makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke terminal Purwokerto, setelah kami makan dan beristirahat sejenak sampai pukul 17.35 kami akhirnya berangkat ke terminal diantar sampai kami naik bus. Sebelumnya kami sempat berdebat untuk naik bus karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal yang harusnya naik bus efisiensi, dan pada akhirnya kami naik bus yang lain.
Kami berangkat pada pukul 18.08 WIB dan diprkirakan sampai Yogyakarta pada pukul 22.30 WIB, disepanjang jalan kami berbincang dan bercanda selebihnya tidur. Waktu telah menunjukan pukul 21.50 WIB dan ternyata kami sudah sampai di jalan Ring road Selatan, 10 menit kemudian kami akhirnya sampai di depan kampus tercinta, dengan beriringan kami masuk kampus menuju basecamp Makupella tercinta dan akhirnya kami sampai didepan basecamp Makupella, walaupun tidak ada yang menyambut kami, kami merasa senang dan lega dan setelah itu kami istirahat dan pulang ke kos masing – masing dan menunggu waktu evaluasi untuk keesokan harinya.

Advertisements




STRUKTUR KEPENGURUSAN MAKUPELLA PERIODE 2015 – 2016

4 06 2016

hex0.jpg

DEWAN PENASEHAT

  • ARIEF KURNIAWAN ( 111/XIII/MKPL/12 )
  • HENDRAS LAKSONO ( 113/XII/MKPL/12 )

KETUA

  • M. SOPAN SETIAWAN ( 118/XVI/MKPL/13 )

SEKRETARIS

  • DEBITA SYOFIAH ( AMD XV )

BENDAHARA

  • YURIKA .R ( 122/XVI/MKPL/13 )
  • NIKHLATUL ASNA ( 119/XVI/MKPL/13 )

LITBANG

  • AFIFAH ( 116/XVI/MKPL/13 )

LOGISTIK

  • IMAM FANANI ( AMD XV )

OPERASIONAL

  • SITI AYU NUR .A ( 121/XVI/MKPL/13 )
  • RONNY PRASETYA ( 120/XVI/MKPL/13 )

HUMAS

  • FEBRY KURNIA .R ( 117/XVI/MKPL/13 )
  • NUR PAJIANTI ( AMD XV )

 

 

 

Read the rest of this entry »





Penerbetin Buletin Soelingan

29 10 2015
Buletin Soelingan

Cover Buletin Soelingan

Salam Lestari ….

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan hidayahnya, sehingga penyusunan Buletin SOELINGAN ini dapat diselesaikan dengan baik.
Maksud dan Tujuan dari Buletin SOELINGAN ini sebagai wadah sarana dan informasi seputar kegiatan rutin Makupella serta media pertukaran informasi baik dalam konteks alam maupun lingkungan. MAKUPELLA sendiri sebagai orgnanisasi pecinta alam bertekad ingin mengajak orang-orang di sekitar untuk lebih mengenal alam dan lingkungan dengan sarana artikel serta tulisan-tulisan yang tersurat dalam buletin ini.
Ucapan terima kasih juga terhaturkan kepada semua pihak yang telah mendukung, untuk suksesnya dalam Kegiatan Eksplorasi dan Konservasi Taman Nasional Meru Betiri.
Semoga Buletin ini Kedepannya dapat berlanjut dan lebih Baik Lagi.
Seriboe Hati Dalam Satoe Djiwa…

Ketua Makupella
Periode 2014-2015

Bachrul Walidin

File Buletin Soelingan Silahkan di download disini…Buletin Soelingan.compressed





Peringatan Hari Bumi(Sedikit Kepedulian Kami Terhadap Lingkungan dan Pendidikan)

30 05 2015

Hari bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 april dan diperigati secara internasional. Hari bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu Bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup.

Foto bersama Adik-adik SD Kadiresa

Foto bersama Adik-adik SD Kadiresa

Pada Hari bumi kali ini Organisasi MAKUPELLA ( Mahasiswa Kulit Peduli Alam)  Politeknik ATK Yogyakarta memperingati hari bumi dengan melakukan kegiatan yang berupa penanaman pohon,sosialisasi tentang hari bumi dan Pemberian bantuan Buku Bacaan di SD kadiresa, Bantul. Dana yang diperoleh untuk mengadakan kegiatan tersebut diperoleh dari para Dosen, Staff dan pegawai dari Politeknik ATK Yogyakarta.

Penanaman Pohon Oleh Adik-adik SD Kadiresa

Penanaman Pohon Oleh Adik-adik SD Kadiresa

Kegiatan penanaman pohon di SD kadiresa tersebut bertujuan untuk memberikan contoh langsung kepada siswa  untuk menanam pohon agar mengurangi dampak pemanasan global dengan kemampuan pohon dalam menyerap emisi karbon yang merupakan penyebab terjadinya pemanasan global. Manfaat estetis yaitu sebagai keindahan dalam lingkungan SD Kadiresa, Manfaat orologis merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.

Kebersamaan di sela-sela kegiatan dengan adik-adik SD Kadiresa

Kebersamaan di sela-sela kegiatan dengan adik-adik SD Kadiresa

Selain Penanaman pohon,  Salah satu anggota MAKUPELLA juga memberikan materi tentang Hari bumi yang bertujuan sebagai pengetahuan untuk para siswa di SD Kadiresa. Mereka sangat antusias dari pemberian materi tentang hari bumi ini. Setiap siswa yang bisa menjawab pertanyaaan akan diberikan hadiah , untuk meramaikan suasana. Para siswa sangat antusias dan saling berebut menjawab pertanyaan.

Pemberian sumbangan kepada siswa yang kurang mampu diberikan kepada perwakilan perkelas mulai dari kelas 1 Sd sampai kelas 6. Untuk Siswa yang mendapatkan juara 1 untuk kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 mendapatkan bingkisan dengan tujuan untuk memberikan semangat kepada siswa yang berprestasi. Selain itu MAKUPELLA (Mahasiswa Kulit Peduli Alam) Politeknik ATK Yogyakarta juga memberikan sumbangan buku bacaan untuk menambah bacaan di perpustakaan SD Kadiresa.

Pemberian kenang-kenangan dan sumbangan buku bacaan

Pemberian kenang-kenangan dan sumbangan buku bacaan

Acara kegiatan Hari bumi ini berjalan dengan lancar dan sangat antusias dari para pesertanya. Acara ditutup dengan Pemberian Kenang-kenangan berupa Lukisan Dinding yang terbuat Dari kulit karya Mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta. Semoga ditahun berikutnya acara hari bumi dilakukan lebih baik lagi . “jika kau merawat aku hari ini artinya kau menyiapkan kehidupanmu 20 tahun ke depan”

By:Pipit Nuril





MENGEMBARA DI BALIK HUTAN UNGARAN

18 03 2015

Hari ini kami sangat bersemangat, karena Diksar XIII akan bergegas melaksanakan pengembaraan yang sempat tertunda karena gunung Arjuan-Welirang mengalami kebakaran. Detik terus berganti, jam sudah menunjukkan pukul 13.00. Seluruh anggota team mulai berdatangan dan melakukan persiapan. Sayup – sayup adzan ashar berkumandang. Sebelum bergegas sebaiknya kita shalat dan berdoa.

Keberangkatan kami diselingi dengan acara foto bersama dan pelepasan oleh Dewan Penasehat. Sekiranya cukup, rombongan kami mulai meluncur, meter demi meter jalanan kami lewati,dalam perjalanan kita sempatkan diri untuk sejenak meluruskan kaki sambil mengisi perut dulu di daerah Kopeng lereng Merbabu. Sekiranya cukup kami melanjutkan perjalanan,tepat pada pukul 08:00 tiba di tempat lokasi.

Biaya masuk kawasan candi

Biaya masuk kawasan candi

Kami bertanya kepada warga di sana tentang penitipan motor. Maklum memang di sana tidak terdapat base camp pendakian. Di sana kebetulan sedang ada acara dangdutan sehingga memudahkan kami untuk bertanya, namun banyak warga yang tidak tahu,mungkin karena saking jarangnya pendaki melewati rute ini. Akhirnya kami mendapatkan informasi jika orang yang kami maksud adalah pak sutris, tempat biasa pendaki menitipkan motor. Kami langsung mendatangi rumah beliau dan mengutarakan maksud tujuan kami. Pak Sutris pun menyambut hangat kedatangan kami.

Rumah beliau tidak cukup lebar untuk kami singgah, maka kami mendirikan dome di sekitar camping ground di dalam candi. Saat kami sedang sibuk membangun dome ada dua warga yang lewat dan menyarankan kami untuk pindah lokasi karena tempat yang kami gunakan adalah tanah milik dinas kehutanan. Kami di sarankan untuk ngecamp di pendopo bawah saja. Akhirnya dome kami packing lagi dan menuju pendopo bawah. Karena tempat di rasa nyaman tanpa membangun dome akhirnya kami hanya menggelar matras dan sleeping bag saja. Sepertinya badan ini sudah tidak mau di jak kompromi,  dalam waktu sekejap kami pun terlelap.

HARI PERTAMA

Pagi itu begitu segar, sayup – sayup mata kami terbuka. Candaan candaan ringan mulai terdengar ,nampaknya seluruh team sudah terbangun,pantas saja jam tanganku sudah menunjukan pukul 06.00. Segera saja ku ajak Pipit untuk turun untuk membeli sarapan. Begitu kami selesai menyantap sarapan, jam sudah menunjukan pukul 07:00.

IMG_2263

Kawasan Candi Gedong Songo

Mentari sudah mulai meninggi, kami tidak mau membuang banyak waktu. Sebelum berangkat kami melakukan brefing terlebih dahulu, pemanasan lalu berdoa bersama. Kami membagi tim menjadi dua kelompok tugas, kelompok pertama bertugas untuk ploting koordinat dan mentracking jalur pendakian yang terdiri dari Saya, Bachrul dan Hendras. Sedangkan kelompok yang kedua bertugas mengidentifikasi tanaman sepanjang jalur pendakian yang terdiri dari Aneri, Baktiar, Wawan dan Pipit.

 Tepat pukul 08.00 kami memulai pendakian. Awal perjalanan kami melewati macadam dengan ketingggian 1200 mdpl lalu dilanjutkan jalan setapak yang makin lama semakin menanjak. Tak heran karena posisi kami saat itu berada pada daerah dengan kerapatan kontur yang tinggi, bahkan harus menggunakan bantuan tali yang sudah tersedia di sana untuk mempermudah naik.

Berdoa setiap melakukan kegiatan

Berdoa setiap melakukan kegiatan

Siang itu sungguh menyengat kulit. Setelah kami lewati tanjakan terjal yang cukup menguras energi, kini kami harus memutar mengitari bukit dengan vegetasi ilalang dan semak belukar.Trek sudah mulai bersahabat namun mentari yang di atas sungguh menguji mental kami. Setelah memutar kami memasuki medan yang berbeda, selanjutnya kami memasuki hutan hujan tropis. Tak di sangka, hutan begitu lebat dan lembab sehingga sinar matahari tak mampu menyibak kerapatan hutan. Hutan ini didominasi oleh tumbuhan berkayu dan berkambium. Pohon – pohon di sana cukup besar dan lebat serta diselimuti oleh lumut. Trek yang dihadapi tak menentu, kadang naik dan kadang turun. Di tengah hutan kami menemukan tempat yang lumayan lapang, lalu kami memutuskan untuk singgah sebentar sambil meluruskan otot – otot kaki.  Kami sempat memasak mie instan untuk mengisi tenaga.

Tempat istirahat dan memasak

Tempat istirahat dan memasak

Selepas dzuhur kami melanjutkan perjalanan lagi. Kami makin dalam masuk kedalam hutan. Beberapa tanjakan – tanjakan terjal menguji mental kami. Tak disangka kami tidak berpapasan dengan satupun pendaki, kami hanya berpapasan dengan warga lokal saja.

Setelah melewati tanjakan terjal, trek mulai landai bahkan turun. Kami pun mulai cemas, kami khawatir jika kami salah jalan. Namun kami masih tetap saja melanjutkan perjalanan. Ketika melewati sebuah tikungan yang agak landai kami kaget dan berbalik arah. Seonggok bangkai anjing hutan tergeletak di pinggir jalur pendakian. Kami mulai khawatir, lalu kami putuskan istirahat sejenak untuk membuka peta. Bahkan kami harus survei jalur terlebih dahulu untuk membuktikan apakah jalur ini benar atau memang kami salah jalur.

Hutan tropis ungaran

Hutan tropis ungaran

Setelah yakin bahwa kami berada di jalur pendakian yang benar, kami kembali melanjutkan perjalanan. Medan kali ini cenderung datar namun memutar dengan di sebelah kiri jurang dan sebelah kanan bukit. Setelah sekian lama berjalan kami tiba di suatu pertigaan. Tempatnya landai namun tidak memungkinkan untuk ngecamp karena tempat tersebut diselimuti oleh semak belukar Disini pro dan kontra pendapat pun mulai bermunculan. Jika dilihat pada peta puncak gunung Ungaran berada di sebelah kiri, namun jika dilihat menurut titik ketinggian pada peta berada di sebelah kanan.

Mengindentifikasi Tumbuhan

Mengindentifikasi Tumbuhan

Akhirnya kami sepakat untuk mengecek puncak sebelah kanan terlebih dahulu karena memang tak ada plang marka jalan. Saya dan Baktiar mulai berjalan mengecek jalur. Jalannya sangat terjal dan tidak masuk akal. Dari sini terlihat samar – samar jauh di sana terdapat 3 tugu berwarna putih. Kami yakin bahwa di sanalah puncak yang kami maksud. Kami turun dengan sangat hati – hati, bahkan hanya menggunakan bantuan selendang yang saling terikat pada tangan masing – masing, karena memang kami tidak membawa webbing, hanya sebuah parang saja yang kami bawa. Sesampainya di pertigaan kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan ke arah kiri. Sekitar 15 menit perjalan, terdapat dataran yang cukup untuk tiga tenda.

Hari sudah mulai gelap, akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp di tempat tersebut. Tenda  mulai berdiri, asap – asap kompor mulai mengepul, piring – piring lapar mulai terisi nasi dan lauk. Kami sudah lapar, tanpa pikir panjang kami langsung menyantap hidangan sederhana ini. Malam hari kami habiskan mengobrol di samping api unggun  lalu kami masuk kedalam tenda masing masing untuk istirahat dan tidur.

Ploting jalur Gn.Ungaran

Ploting jalur Gn.Ungaran

HARI KEDUA

Pagi itu kami dibangunkan oleh kicauan burung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 05.30. Kami langsung melakukan persiapan untuk summit attack, tepat pukul 06.00 kami memulai perjalanan menuju puncak. Treknya menanjak dan berbatu dengan latar belakang  hutan yang lebat dan lembab, setelah itu treknya mulai landai bahkan terdapat dataran yang cukup luas disekitar puncak untuk camping ground. Setelah berjalan sekitar 15 menit kami sudah sampai di puncak Ungaran. Puncak Ungaran terdiri dari tiga tugu putih berjajar dan sebuah tiang bendera. Puncaknya tidak begitu luas namun datar. Kami langsung mendokumentasikan moment ini. Tak lupa kami melakukan ceremonial sederhana di sana, sekitar pukul 08.00 kami turun menuju tempat camp. Setiba di tenda kami langsung membagi tugas, ada yang packing dan memasak agar kami dapat menyingkat waktu. Setelah semua beres dan perut sudah terisi kami melanjutkan perjalanan untuk turun.

Puncak Rider

Puncak Rider

Gila-gilaan dipuncak ungaran

Gila-gilaan dipuncak ungaran

Kami merasa perjalanan turun begitu cepat. Mungkin di hari kemarin kami terlalu sering beristirahat sehingga waktu kami tersita. Sesekali kami membuka gps untuk memastikan apakah jalur sudah tertracking sempurna atau tidak. Sekitar pukul 14:00 kami sudah tiba di kawasan candi. Kami mandi terlebih dahulu lalu turun mengambil motor. Tak kami sangka,  biaya parkir motor sangat mahal. Dua hari menginap dikenakan tarif 20 ribu/motor. Kami mau tak mau harus tetap membayar. Mungkin karena yang mendaki di jalur ini jarang dan tak ada basecamp pendakian yang resmi sehingga mereka memasang tarif mahal. Kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jogja dengan santai. Kami tiba di Jogja ba’da isya dan disambut hangat oleh kawan – kawan Makupella, mungkin mereka telah rindu dengan kami.

Ceremonial di Puncak Ungaran

Ceremonial di Puncak Ungaran

Riang gembira di puncak ungaran

Riang gembira di puncak ungaran

By:Arief Kurniawan 111





Gunung Merapi( Puncak bukan-lah akhir dari cerita)

16 09 2014

Yogyakarta, 27 Agustus 2014, Kali ini saya dan adik-adik Diksar XIV saya berangkat menuju untuk kedua kalinya ke basecamp New Selo untuk mendaki gunung merapi. Gunung merapi adalah gunung yang paling teraktif di dunia saat ini dan beberapa tahun terakhir sering terjadi letusan-letusan besar maupun kecil. Diperjalan kali ini saya beranggotan 4 orang yang saya namakan (TIM SUPER),heheh..anggota tim-nya adalah Ian(yang selalu diam dan kalau ditanya sering gak dong), Ana(cewek tangguh dalam pendakian ini), teman-nya ian saya lupa namanya,hehe dan yang terakhir adalah saya sendiri eng-ing-eng(Bachrul), seperti super hero saja ya…

Dari Base Camp Makupella kami berangkat tepat pukul 11.00 wib menuju magelang dan saya menggunakan jalur alternative muntilan untuk menuju base camp new selo dan tiba pukul 13.00 wib ya lumayan lama sih nyampe nya maklum saya lupa-lupa ingat menuju jalan kesana nya soalnya tahun kemarin terakhir saya menuju kesana apalagi waktu ke Base Camp New selo nya waktu malam hari.

"Basecamp New Selo"

“Basecamp New Selo”

Setiba di base camp pendakian kami langsung melakukan regestrasi pendakian dan mengganti pakaian, setelah beres-beres kami melakukan briefing dan berdoa dan tepat pukul 13.30 wib kami melakukan pendakian, setelah berjalan kira-kira 15 menit kami serasa berada di hollywood, ternyata hollywood nya indonesia, hehehe… dengan bacaan NEW SELO yang sangat besar dan gagah…

Kemudian kami melanjutkan pendakian lagi dan melewati perkebunan warga dengan medan tanah berdebu dan tiba di pintu Taman Nasional pukul 14.20 wib, setelah melewati pintu kami melewati pepohonan besar dan satwa-satwa liar seperti monyet, jalak dan burung-burung jenis lainnya. Memang taman nasional gunung merapi masih terjaga keindahaanya hal ini lah yang perlu di pertahankan agar bumi beserta isinya dapat terjaga kealamiannya. Setelah melewati hutan kami tiba di pos 1 pada pukul 15.34 wib kami istirahat sejenak merasakan indahnya ciptaan tuhan dan dihari itu langit pun sangat cerah sehingga dari kejauhan kami dapat melihat puncak merapi yang begitu gagah berdiri dari kejauhan kami langsung mengabadikan moment-moment tersebut tak kami lewatkan satu pun, rasa semangat seolah-olah membuat kami ingin cepat sampai ke pos selanjutnya walaupun jarak yang kami tempuh masih kira-kira masih 1 jam perjalanan lagi.

"View dari Merapi"

“View dari Merapi”

Medan yang kami lewati dari pos1 menuju pos2 tanah berbatu dan kami tiba di pos 2 pukul 17.15 wib dikarenakan waktu sudah menjelang senja lalu kami putuskan untuk mendirikan tenda di pos 2. Setelah mendrikan tenda kami langsung bergegas masak sambil merasakan view sunset dari pos 2 merapi melihat dari ke jauhan gunung kembar sindoro sumbing, canda tawa pun kami lepas kan disitu sambil mengabadikan moment tersebut.  Read the rest of this entry »





Pengabdian “KU” di kaki Gn. Merbabu

20 06 2014

Kata “GUNUNG” sangat identik dengan kegiatan UKM Makupella, namun bukan berarti hanya berkegiatan dalam hal pendakian gunung saja. Salah satu kegiatan yang berhubungan dengan gunung adalah Wajib Gunung. Kegiatan wajib gunung adalah kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh anggota muda Makupella.

Foto bersama sebelum pendakian

Foto bersama sebelum pendakian

Adapun tujuan dari kegiatan wajib gunung adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat serta belajar memanajeman kegiatan di alam bebas terutama pendakian gunung. Manajeman kegiatan yang baik akan mengurangi resiko buruk dalam berkegiatan.

Membersihkan mushalla di kaki gn. merbabu

Membersihkan mushalla di kaki gn. merbabu

Hanya pendakian gunung????

Jawabannya “tidak” ,selain belajar manajeman kegiatan, tujuan utama dari Wajib Gunung adalah melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Mengapa harus pengabdian pada masyarakat?? Karena pada hakekatnya pengabdian pada masyarakat merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melatih kita untuk berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat, karena pada akhirnya kita akan kembali ke masyarakat menjadi bagian dalam lingkungan masyarakat. Read the rest of this entry »