MENGEMBARA DI BALIK HUTAN UNGARAN

18 03 2015

Hari ini kami sangat bersemangat, karena Diksar XIII akan bergegas melaksanakan pengembaraan yang sempat tertunda karena gunung Arjuan-Welirang mengalami kebakaran. Detik terus berganti, jam sudah menunjukkan pukul 13.00. Seluruh anggota team mulai berdatangan dan melakukan persiapan. Sayup – sayup adzan ashar berkumandang. Sebelum bergegas sebaiknya kita shalat dan berdoa.

Keberangkatan kami diselingi dengan acara foto bersama dan pelepasan oleh Dewan Penasehat. Sekiranya cukup, rombongan kami mulai meluncur, meter demi meter jalanan kami lewati,dalam perjalanan kita sempatkan diri untuk sejenak meluruskan kaki sambil mengisi perut dulu di daerah Kopeng lereng Merbabu. Sekiranya cukup kami melanjutkan perjalanan,tepat pada pukul 08:00 tiba di tempat lokasi.

Biaya masuk kawasan candi

Biaya masuk kawasan candi

Kami bertanya kepada warga di sana tentang penitipan motor. Maklum memang di sana tidak terdapat base camp pendakian. Di sana kebetulan sedang ada acara dangdutan sehingga memudahkan kami untuk bertanya, namun banyak warga yang tidak tahu,mungkin karena saking jarangnya pendaki melewati rute ini. Akhirnya kami mendapatkan informasi jika orang yang kami maksud adalah pak sutris, tempat biasa pendaki menitipkan motor. Kami langsung mendatangi rumah beliau dan mengutarakan maksud tujuan kami. Pak Sutris pun menyambut hangat kedatangan kami.

Rumah beliau tidak cukup lebar untuk kami singgah, maka kami mendirikan dome di sekitar camping ground di dalam candi. Saat kami sedang sibuk membangun dome ada dua warga yang lewat dan menyarankan kami untuk pindah lokasi karena tempat yang kami gunakan adalah tanah milik dinas kehutanan. Kami di sarankan untuk ngecamp di pendopo bawah saja. Akhirnya dome kami packing lagi dan menuju pendopo bawah. Karena tempat di rasa nyaman tanpa membangun dome akhirnya kami hanya menggelar matras dan sleeping bag saja. Sepertinya badan ini sudah tidak mau di jak kompromi,  dalam waktu sekejap kami pun terlelap.

HARI PERTAMA

Pagi itu begitu segar, sayup – sayup mata kami terbuka. Candaan candaan ringan mulai terdengar ,nampaknya seluruh team sudah terbangun,pantas saja jam tanganku sudah menunjukan pukul 06.00. Segera saja ku ajak Pipit untuk turun untuk membeli sarapan. Begitu kami selesai menyantap sarapan, jam sudah menunjukan pukul 07:00.

IMG_2263

Kawasan Candi Gedong Songo

Mentari sudah mulai meninggi, kami tidak mau membuang banyak waktu. Sebelum berangkat kami melakukan brefing terlebih dahulu, pemanasan lalu berdoa bersama. Kami membagi tim menjadi dua kelompok tugas, kelompok pertama bertugas untuk ploting koordinat dan mentracking jalur pendakian yang terdiri dari Saya, Bachrul dan Hendras. Sedangkan kelompok yang kedua bertugas mengidentifikasi tanaman sepanjang jalur pendakian yang terdiri dari Aneri, Baktiar, Wawan dan Pipit.

 Tepat pukul 08.00 kami memulai pendakian. Awal perjalanan kami melewati macadam dengan ketingggian 1200 mdpl lalu dilanjutkan jalan setapak yang makin lama semakin menanjak. Tak heran karena posisi kami saat itu berada pada daerah dengan kerapatan kontur yang tinggi, bahkan harus menggunakan bantuan tali yang sudah tersedia di sana untuk mempermudah naik.

Berdoa setiap melakukan kegiatan

Berdoa setiap melakukan kegiatan

Siang itu sungguh menyengat kulit. Setelah kami lewati tanjakan terjal yang cukup menguras energi, kini kami harus memutar mengitari bukit dengan vegetasi ilalang dan semak belukar.Trek sudah mulai bersahabat namun mentari yang di atas sungguh menguji mental kami. Setelah memutar kami memasuki medan yang berbeda, selanjutnya kami memasuki hutan hujan tropis. Tak di sangka, hutan begitu lebat dan lembab sehingga sinar matahari tak mampu menyibak kerapatan hutan. Hutan ini didominasi oleh tumbuhan berkayu dan berkambium. Pohon – pohon di sana cukup besar dan lebat serta diselimuti oleh lumut. Trek yang dihadapi tak menentu, kadang naik dan kadang turun. Di tengah hutan kami menemukan tempat yang lumayan lapang, lalu kami memutuskan untuk singgah sebentar sambil meluruskan otot – otot kaki.  Kami sempat memasak mie instan untuk mengisi tenaga.

Tempat istirahat dan memasak

Tempat istirahat dan memasak

Selepas dzuhur kami melanjutkan perjalanan lagi. Kami makin dalam masuk kedalam hutan. Beberapa tanjakan – tanjakan terjal menguji mental kami. Tak disangka kami tidak berpapasan dengan satupun pendaki, kami hanya berpapasan dengan warga lokal saja.

Setelah melewati tanjakan terjal, trek mulai landai bahkan turun. Kami pun mulai cemas, kami khawatir jika kami salah jalan. Namun kami masih tetap saja melanjutkan perjalanan. Ketika melewati sebuah tikungan yang agak landai kami kaget dan berbalik arah. Seonggok bangkai anjing hutan tergeletak di pinggir jalur pendakian. Kami mulai khawatir, lalu kami putuskan istirahat sejenak untuk membuka peta. Bahkan kami harus survei jalur terlebih dahulu untuk membuktikan apakah jalur ini benar atau memang kami salah jalur.

Hutan tropis ungaran

Hutan tropis ungaran

Setelah yakin bahwa kami berada di jalur pendakian yang benar, kami kembali melanjutkan perjalanan. Medan kali ini cenderung datar namun memutar dengan di sebelah kiri jurang dan sebelah kanan bukit. Setelah sekian lama berjalan kami tiba di suatu pertigaan. Tempatnya landai namun tidak memungkinkan untuk ngecamp karena tempat tersebut diselimuti oleh semak belukar Disini pro dan kontra pendapat pun mulai bermunculan. Jika dilihat pada peta puncak gunung Ungaran berada di sebelah kiri, namun jika dilihat menurut titik ketinggian pada peta berada di sebelah kanan.

Mengindentifikasi Tumbuhan

Mengindentifikasi Tumbuhan

Akhirnya kami sepakat untuk mengecek puncak sebelah kanan terlebih dahulu karena memang tak ada plang marka jalan. Saya dan Baktiar mulai berjalan mengecek jalur. Jalannya sangat terjal dan tidak masuk akal. Dari sini terlihat samar – samar jauh di sana terdapat 3 tugu berwarna putih. Kami yakin bahwa di sanalah puncak yang kami maksud. Kami turun dengan sangat hati – hati, bahkan hanya menggunakan bantuan selendang yang saling terikat pada tangan masing – masing, karena memang kami tidak membawa webbing, hanya sebuah parang saja yang kami bawa. Sesampainya di pertigaan kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan ke arah kiri. Sekitar 15 menit perjalan, terdapat dataran yang cukup untuk tiga tenda.

Hari sudah mulai gelap, akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp di tempat tersebut. Tenda  mulai berdiri, asap – asap kompor mulai mengepul, piring – piring lapar mulai terisi nasi dan lauk. Kami sudah lapar, tanpa pikir panjang kami langsung menyantap hidangan sederhana ini. Malam hari kami habiskan mengobrol di samping api unggun  lalu kami masuk kedalam tenda masing masing untuk istirahat dan tidur.

Ploting jalur Gn.Ungaran

Ploting jalur Gn.Ungaran

HARI KEDUA

Pagi itu kami dibangunkan oleh kicauan burung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 05.30. Kami langsung melakukan persiapan untuk summit attack, tepat pukul 06.00 kami memulai perjalanan menuju puncak. Treknya menanjak dan berbatu dengan latar belakang  hutan yang lebat dan lembab, setelah itu treknya mulai landai bahkan terdapat dataran yang cukup luas disekitar puncak untuk camping ground. Setelah berjalan sekitar 15 menit kami sudah sampai di puncak Ungaran. Puncak Ungaran terdiri dari tiga tugu putih berjajar dan sebuah tiang bendera. Puncaknya tidak begitu luas namun datar. Kami langsung mendokumentasikan moment ini. Tak lupa kami melakukan ceremonial sederhana di sana, sekitar pukul 08.00 kami turun menuju tempat camp. Setiba di tenda kami langsung membagi tugas, ada yang packing dan memasak agar kami dapat menyingkat waktu. Setelah semua beres dan perut sudah terisi kami melanjutkan perjalanan untuk turun.

Puncak Rider

Puncak Rider

Gila-gilaan dipuncak ungaran

Gila-gilaan dipuncak ungaran

Kami merasa perjalanan turun begitu cepat. Mungkin di hari kemarin kami terlalu sering beristirahat sehingga waktu kami tersita. Sesekali kami membuka gps untuk memastikan apakah jalur sudah tertracking sempurna atau tidak. Sekitar pukul 14:00 kami sudah tiba di kawasan candi. Kami mandi terlebih dahulu lalu turun mengambil motor. Tak kami sangka,  biaya parkir motor sangat mahal. Dua hari menginap dikenakan tarif 20 ribu/motor. Kami mau tak mau harus tetap membayar. Mungkin karena yang mendaki di jalur ini jarang dan tak ada basecamp pendakian yang resmi sehingga mereka memasang tarif mahal. Kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jogja dengan santai. Kami tiba di Jogja ba’da isya dan disambut hangat oleh kawan – kawan Makupella, mungkin mereka telah rindu dengan kami.

Ceremonial di Puncak Ungaran

Ceremonial di Puncak Ungaran

Riang gembira di puncak ungaran

Riang gembira di puncak ungaran

By:Arief Kurniawan 111





Gunung Merapi( Puncak bukan-lah akhir dari cerita)

16 09 2014

Yogyakarta, 27 Agustus 2014, Kali ini saya dan adik-adik Diksar XIV saya berangkat menuju untuk kedua kalinya ke basecamp New Selo untuk mendaki gunung merapi. Gunung merapi adalah gunung yang paling teraktif di dunia saat ini dan beberapa tahun terakhir sering terjadi letusan-letusan besar maupun kecil. Diperjalan kali ini saya beranggotan 4 orang yang saya namakan (TIM SUPER),heheh..anggota tim-nya adalah Ian(yang selalu diam dan kalau ditanya sering gak dong), Ana(cewek tangguh dalam pendakian ini), teman-nya ian saya lupa namanya,hehe dan yang terakhir adalah saya sendiri eng-ing-eng(Bachrul), seperti super hero saja ya…

Dari Base Camp Makupella kami berangkat tepat pukul 11.00 wib menuju magelang dan saya menggunakan jalur alternative muntilan untuk menuju base camp new selo dan tiba pukul 13.00 wib ya lumayan lama sih nyampe nya maklum saya lupa-lupa ingat menuju jalan kesana nya soalnya tahun kemarin terakhir saya menuju kesana apalagi waktu ke Base Camp New selo nya waktu malam hari.

"Basecamp New Selo"

“Basecamp New Selo”

Setiba di base camp pendakian kami langsung melakukan regestrasi pendakian dan mengganti pakaian, setelah beres-beres kami melakukan briefing dan berdoa dan tepat pukul 13.30 wib kami melakukan pendakian, setelah berjalan kira-kira 15 menit kami serasa berada di hollywood, ternyata hollywood nya indonesia, hehehe… dengan bacaan NEW SELO yang sangat besar dan gagah…

Kemudian kami melanjutkan pendakian lagi dan melewati perkebunan warga dengan medan tanah berdebu dan tiba di pintu Taman Nasional pukul 14.20 wib, setelah melewati pintu kami melewati pepohonan besar dan satwa-satwa liar seperti monyet, jalak dan burung-burung jenis lainnya. Memang taman nasional gunung merapi masih terjaga keindahaanya hal ini lah yang perlu di pertahankan agar bumi beserta isinya dapat terjaga kealamiannya. Setelah melewati hutan kami tiba di pos 1 pada pukul 15.34 wib kami istirahat sejenak merasakan indahnya ciptaan tuhan dan dihari itu langit pun sangat cerah sehingga dari kejauhan kami dapat melihat puncak merapi yang begitu gagah berdiri dari kejauhan kami langsung mengabadikan moment-moment tersebut tak kami lewatkan satu pun, rasa semangat seolah-olah membuat kami ingin cepat sampai ke pos selanjutnya walaupun jarak yang kami tempuh masih kira-kira masih 1 jam perjalanan lagi.

"View dari Merapi"

“View dari Merapi”

Medan yang kami lewati dari pos1 menuju pos2 tanah berbatu dan kami tiba di pos 2 pukul 17.15 wib dikarenakan waktu sudah menjelang senja lalu kami putuskan untuk mendirikan tenda di pos 2. Setelah mendrikan tenda kami langsung bergegas masak sambil merasakan view sunset dari pos 2 merapi melihat dari ke jauhan gunung kembar sindoro sumbing, canda tawa pun kami lepas kan disitu sambil mengabadikan moment tersebut.  Read the rest of this entry »





Pengabdian “KU” di kaki Gn. Merbabu

20 06 2014

Kata “GUNUNG” sangat identik dengan kegiatan UKM Makupella, namun bukan berarti hanya berkegiatan dalam hal pendakian gunung saja. Salah satu kegiatan yang berhubungan dengan gunung adalah Wajib Gunung. Kegiatan wajib gunung adalah kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh anggota muda Makupella.

Foto bersama sebelum pendakian

Foto bersama sebelum pendakian

Adapun tujuan dari kegiatan wajib gunung adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat serta belajar memanajeman kegiatan di alam bebas terutama pendakian gunung. Manajeman kegiatan yang baik akan mengurangi resiko buruk dalam berkegiatan.

Membersihkan mushalla di kaki gn. merbabu

Membersihkan mushalla di kaki gn. merbabu

Hanya pendakian gunung????

Jawabannya “tidak” ,selain belajar manajeman kegiatan, tujuan utama dari Wajib Gunung adalah melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Mengapa harus pengabdian pada masyarakat?? Karena pada hakekatnya pengabdian pada masyarakat merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melatih kita untuk berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat, karena pada akhirnya kita akan kembali ke masyarakat menjadi bagian dalam lingkungan masyarakat. Read the rest of this entry »





Peringatan Hari Bumi(Tergerak untuk lebih menyayangi bumi)

26 05 2014

1111111111

Peringatan Hari Bumi 22 April 2014
“Berawal Dari Diri Sendiri Untuk Kebaikan Bersama”
Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April secara Internasional. Bukan hanya di Indonesia saja, tetapi semua negara di dunia juga memperingati hari Bumi. Hari bumi diperingati menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970. Tidak kurang dari 1500 perguruan tinggi dan 10.000 sekolah berpartisipasi dalam unjuk rasa di New York, Washington dan San Fransisco. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta orang turun ke jalan pada 22 April 1970. (beritalingkungan.com).

Ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk memperingati hari bumi, aksi bersih gunung, pembuatan biopori, ataupun sosialisasi dan penanaman pohon sebagai wujud bentuk kepedulian pada bumi yang semakin menua dan rusak.

makupella

Mahasiswa Kulit Peduli Alam (MAKUPELLA) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang eksis di bidang konservasi dan kepencintaalaman pada Hari bumi melaksanakan kegiatan bersih – bersih sudut belakang kampus dan pemasangan marka – marka yang berisi ajakan untuk selalu peduli terhadap lingkungan baik itu di lingkungan kampus maupun luar kampus. Harapan yang ingin dicapai adalah meningkatnya kesadaran kita tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Hal yang penting untuk kita pahami bersama adalah segala bentuk kegiatan peringatan Hari Bumi 22 April tidak semata hanya dilaksanakan pada tanggal itu saja, tanggal tersebut hanya momentum untuk memberikan kita peringatan dan juga momentum untuk mengajak prihatin dengan keadaan bumi, namun aplikasi bentuk penyelamatan bumi harus kita lakukan setiap hari dari mulai pola menjaga kebersihan, pola kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan pengelolaan sampah sesuai porsinya.
Hanya perlu langkah awal dan niat untuk menjaga bumi dan alam agar tetap indah dan asri. Selamat Hari bumi Sedunia…….
“Mendiamkan kesalahan adalah kejahatan”

 





Pendakian Massal, Hal baru yang tak terlupakan…

15 04 2014

Sesekali kutengok kebelakang seakan enggan meninggalkan gunung itu kawan.gunung yang terlihat kokoh mendampingi sang merapi yang tertidur.ya , gunung merbabu kawan tentunya. Aku teringat ketika kemarin kamis teman teman sibuk menyiapkan alat alat.mungkin dalam benak mereka juga tidak sabar untuk menunggu hari esok.karena hari esok hari jumat,dupuluh enam anggota MAKUPELLA akan melakukan pendakian masal.

Merapi dari puncak Merbabu

Merapi dari puncak Merbabu

Mentari di ufuk barat mulai meredup,tak terasa BC makupella sudah penuh sesak dengan jiwa jiwa petualang muda.ketika mentari benar benar terlelap,dua puluh enam orang pun berangkat menggunakan truk,tapi hanya aku dan hendras saja yang menggunakan motor.jam menunjukan pukul Sembilan malam,akhirnya rombongan tiba di polsek dan akan dilanjutkan berjalan kaki menuju BC pendakian .jaraknya cukup jauh,lumayan menguras tenaga juga.satu persatu rombongan tiba,mereka langsung bergegas istirahat untuk menyiapkan tenaga agar fit saat esok pagi.oh,, ya kawan,kebetulan kita bertemu dengan dua senior kita yang memang mereka berencana ingin mendaki juga lewat selo.

Pagi itu aku terbangunkan oleh suara suara hiruk pikuk teman teman yang telah bangun duluan.hari ini mentari sangat terik dan cuaca seakan menyambut kita.tak lama kulihat teman teman menggenggam sendok besi dan siap menyantap sarapan di pagi ini yang memang telah dipesan.perut kenyang,badan bugar,saatnya meregangkan otot dan persendian.sekitar sepuluh menit kami berlenggak lenggok di depan BC untuk melakukan pemanasan.sekarang semua telah siap,kepala kami tundukan kebawah,tangan tangan kecil di depan dada.kami memohon kepada tuhan agar slalu menyertai setiap langkah kami.rombongan mulai bergerak,satu persatu rombongan mulai meninggalkan BC pendakian.aku,hendras dan bahrul berjalan di belakang walaupun masih ada tiga orang lagi yang berjalan dibelakang kami.

Sunrise merbabu

Sunrise merbabu

Hari ini kita tidak diburu oleh waktu,target kita hari ini adalah sabana dua.sabana yang luas,hijau dan indah.perjalanan sebenarnya tidak ada kendala yang berarti.hanya mendekati sabana satu beberapa orang mulai tepar,benar saja jalurnya memang rock n roll dengan tanjakan tanjakan terjal yang licin.akupun juga ngos-ngosan juga.dengan membawa dua carier karena salah satu anggota mengalami masalah.lumayan untuk pemanasanlah,hehehe,,,
Hampir seluruh rombongan telah berada di sabana satu.sesekali ku tatap wajah wajah lelah itu.akhirnya kita sepakat akan ngecamp di sabana satu ini.satu persatu tenda dhome mulai berdiri,asap asap kompor mulai

Makan Bareng di Sabana

Makan Bareng di Sabana

membumbung,aroma aroma sedap mulai tercium.aku sungguh amat rindu dengan suasana seperti ini.mentari seakan bersembunyi dibalik jeruji kabut kabut,tak terasapun petang telah menjemput.api unggun mulai menyala redup redup,suara suara music,canda tawa,sendau gurau mulai sayup sayup terdengar,malam ini kami kami memang sungguh dekat dengan alam.
Pagi masih begitu muda dan kabut masih begitu tebal namun terdengar suara mbak lia yang membangunkan kami satu persatu.pagi yang sunyi sekejap berubah,hiruk pikuk suara mulai mewarnai pagi ini.para jiwa jiwa muda angkatan 14 sudah tak sabar ingin merasakan puncak pertamanya.jalan jalan setapak kini dipenuhi dengan cahaya headlamp,mereka sudah mulai bergegas untuk muncak.sesekali ku tengok kebelakang terlihat seperti gerombolan kunang kunang.

Foto Bareng Diksar XIV

Foto Bareng Diksar XIV

Pagi mulai menyingsing,sang fajar mulai merangkak naik,muka muka mereka kini mulai terlihat.pagi itu dihiasi pose pose narsis mereka,memang cukup menggelikan tapi aku senang melihat adek adeku seperti itu.mungkin itulah kawan cara mereka untuk menikmati alam.satu persatu kaki kaki kecil mulai menapaki puncak triangulasi.wajah wajah ceria,puas,bangga dan lelah bercampur.sambil menunggu mereka menjelajah,aku cukup menunggu barang barang yang mereka tinggalkan di triangulasi.lensa lensa kamera mulai berkedip mengabadikan momen momen langka bagi mereka.

Puncak Kenteng Songo

Puncak Kenteng Songo

Kabut kabut mulai menyusul kita ke puncak,memang seakan hendak mengusir kita.memang sudah saatnya untuk meninggalkan tempat ini dan kembali ke sabana satu.kompor kompor kembali menyala,nesting mulai di tumpangkan ,butiran beras mulai dimasak.lauk pauk juga mulai di olah.setelah makan untuk mengisi tenaga,kita mulai packing.dhome satu persatu mulai terlipat rapi pertanda tak lama lagi kita akan beranjak pergi.tetesan hujan dan gelegaran suara dari langit mengiringi langkah langkah kami.setibanya di BC pendakian kita rebahkan sedikit tubuh ini sambil berMCK.

Foto bareng di jalur pendakian selo

Foto bareng di jalur pendakian selo

menjelang petang,kita usdah mulai jalan menusuri jalanan kampong menuju truck yang menunggu kami di bawah.SELAMAT TINGGAL MERBABU…

Created :Arief Kurniawan





Lagi dan lagi Caving, menuruni indahnya Goa Cokro

4 03 2014

            Sore itu, setelah packing alat dan breefing selesai kami melakukan perjalanan menuju Goa Cokro. Kegiatan ini merupakan Pendidikan Lanjut Divisi Caving dari Anggota Muda Makupella yaitu Anjani. Perjalanan menuju Goa Cokro lumayan jauh dan beberapa kali rombongan kami berhenti untuk sekedar bertanya ke warga arah menuju Goa Cokro. Tim yang beranggotakan : Om Wisnu, Ipil, Mamalia,Bunda Anjani, Susi “congok”, Bos Aneri, Aeni “ngak-ngek” dan Ana “genter” akhirnya tiba di pendopo desa Belimbing setelah perjalanan kurang lebih 3 jam. Pendopo ini biasa digunakan untuk bermalam sebelum melakukan kegiatan di goa cokro.

           Pagi harinya sebagian dari tim mengirimkan surat ijin kepada kepala dukuh Belimbing dan menemui pengelola dari Gua Cokro untuk meminta ijin dan kunci gembok gua.

Anjani, Melalukan Rigging di gua cokro

Anjani, Melalukan Rigging di gua cokro

Pada saat itu kami mendapat beberapa wejangan dari pengelola, bahwa untuk anggota cewe yang sedang berhalangan tidak diperkenankan untuk turun, serta selalu menjaga etika saat berada dalam gua. Hal ini kami maklumi sebagai kearifan lokal dari daerah sini yang harus dihormati. Wal hasil setelah breefing, diputuskan bahwa yang turun ke gua cokro hanya 4 orang saja yaitu : Anjani ( sebagai riging man dan cleaner). Om Wisnu ( secound Man), congok dan mamalia. Dan anggota lain menunggu di mulut goa.

Goa Cokro merupakan goa yang letaknya ada di Kecamatan Pojong Kabupaten Gunung Kidul gua ini merupakan perpaduan antara goa vertikal dan horisontal. Read the rest of this entry »





Makupella Peduli Bencana

13 02 2014

Bencana yang terjadi di negeri ini sepertinya memang datang bertubi-tubi, seusai banjir yang merendam ibu kota, dari awal Januari ini melumpuhkan aktivitas warga ibu kota, belum lagi bencana yang melanda di Manado, Kudus, Jombang dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia terjadi secara berurutan. Gunung Sinabung di Sumatra Utara juga sedang mengalami erupsi yang memaksa ribuan korban bencana tinggal di barak-barak pengungsian. Hal ini menjadi duka indonesia pada awal tahun 2014.

Banjir Bandang

Banjir Bandang

Memang bencana datang tidak bisa ditebak, bisa datang kapan saja. Hari ini, esok, atau pun lusa. Tidak ada yg bisa menebak kapan hal itu terjadi, tidak ada satu orang pun yang menginginkan hal ini terjadi. Tetapi hal itu terjadi kepada keluarga kita di lain tempat, hati pun mulai tergerak, dengan hati yang ikhlas dan kemampuan yang ada kami melakukan tindakan yang kecil untuk membantu keluarga kita yang terkena musibah

Berbekal breefing yang dilakukan pada sabtu, 25 Januari menjadi langkah awal kita anggota Mahasiswa Kulit Peduli Alam untuk melakukan kegiatan sosial berupa penggalangan dana yang berlokasi di perempatan jalan Parangtritis dan kampus ATK Yogyakarta. Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,183 other followers