PEMANJATAN ARTIFICIAL PENGEMBARAAN ANGGOTA MUDA DIVISI ROCK CLIMBING MAKUPELLA

11 06 2009

Pada tanggal 30-31 Mei 2009 5 telah dilaksanakan Pengembaraan Divisi Rock 1Climbing yang berlokasi di Tebing Lembah Kera, Malang, Jawa Timur. Adapun yang mengikuti Kegiatan Pengembaraan ini sebanyak 5 orang yang diketuai oleh La Ode Ramlan dan dibantu oleh Nurahmad Syaifudin (Nomad) sebagai Koordinator Lapangan. Sedangkan anggota tim yang lain adalah Siti Umi Maryam (Situm), Dahlia Febrina (Lia) dan Suiyatri Arif (Yatri).

Tim Pemanjat, dibagi menjadi 2 yaitu:

Hari pertama Sabtu, 30 Mei 2009 dilaksanakan oleh:

1)Ramlan (Leader)

2)Nomad (second man)

3) Lia (Cleaning)

Hari kedua Minggu, 31 Mei 2009 dilaksanakan oleh:

1)Situm (Leader)

2)Lia (secondman)

3)Yatri (cleaning)

Pemberangkatan menuju lokasi pengembaraan diawali dengan briefing di basecamp makupella pada hari Jumat tanggal 29 Mei 2009 pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 15.10 WIB tim pengembaraan berangkat dari basecamp Makupella menuju stasiun Lempuyangan dan tiba di stasiun pukul 15.40 WIB. Pada pukul 16.05 WIB kereta api yang kami tumpangi yaitu kereta api Pramex (Prambanan Express) meninggalkan Lempuyangan. Tujuan kami adalah turun di Stasiun Solojebres.

Sesampainya kami di solojebres pada pukul 17.22 WIB. Sejak pukul itu hingga pukul 00.57 WIB kami menunggu kereta api tujuan Malang di Solojebres dikarenakan kereta api menuju stasiun Kepanjen, Malang hanya terdapat pada pukul 01.00 WIB dini hari. Pukul 00.57 WIB kami melanjutkan perjalanan dengan jasa kereta api Matarmaja menuju stasiun Kepanjen, Malang. Sekitar pukul 05.30 WIB kereta mengalami kerusakan teknis sehingga harus berhenti (tepatnya di stasiun Blitar) dan diperbaiki oleh pihak yang bertugas. Sekitar pukul 06.30 WIB kereta melanjutkan perjalanan dan tiba di stasiun Kepanjen pada pukul 08.00 WIB.

Selama ± 15 menit kami berjalan mencari angkutan kota untuk mengantarkan kami menuju desa Dempok, kecamatan Pagak. Setibanya kami di posko pemanjat sekitar pukul 08.30 WIB. Waktu pelaksanaan molor dari rundown yang telah ditetapkan karena melihat kondisi tim yang tidak memungkinkan, maka kami memutuskan untuk pergi menuju lokasi tebing setelah selesai makan pagi. Sekitar pukul 10.45 WIB kami berangkat dari posko pemanjat menuju lokasi tebing. Jarak dari posko pemanjat ke lokasi tebing ± 2 km dan membutuhkan waktu ± 45 menit.

2Sesampainya kami di lokasi tebing pukul 11.30 WIB. Untuk merefresh energy tim pemanjat serta mengingat waktu telah memasuki waktu dzuhur, maka kami memutuskan untuk melakukan pemanjatan setelah sholat dzuhur. Kemudian sekitar pukul 13.30 kami mulai melakukan pemanjatan pertama dengan personil Ramlan sebagai Leader, Nomad sebagai secondman, dan Lia sebagai cleaning. Jalur pemanjatan yang kami gunakan adalah jalur “GW” dengan ketinggian ± 20 meter. Namun kami sepakat hanya sampai pada pitch 1 saja dengan ketinggian 14 meter. Ramlan sebagai leader mampu memasang pengaman sebanyak 7 buah dengan spesifikasi pengaman sebagian besar memanfaatkan lubang tembus. Setelah mencapai pitch 1 Ramlan memasang 3 pengaman (pangkal, delapan, delapan) dan persiapan untuk mem-belay Nomad.

Selama ketiga personil melakukan pemanjatan Situm dan Yatri melakukan sket tebing dan pengambilan dokumentasi pemanjatan secara bergantian. Sekitar pukul 14.20 WIB dilanjutkan oleh pemanjat kedua yaitu Nomad dengan di belay dari atas (hanging belay) oleh Ramlan. Ketika pemanjat kedua sampai di picth 1, ternyata Ramlan telah melakukan keteledoran yakni tidak membuat pengaman belayer sebagai back up an dalam mem-belay, jadi ia hanya memanfaatkan 3 pengaman untuk dirinya. Akhirnya si pemanjat kedua bertahan pada batuan yang memiliki lubang tembus yang cukup besar sementara si hanging belayer (Ramlan) membuat 1 pengaman tambahan guna sebagai back up an saat mem-belay demi menghindari kecelakaan bila si pemanjat kedua terjatuh. Setelah si pemanjat kedua sampai pada pitch yang sudah ditentukan, Nomad memasang 3 pengaman untuk dirinya dan 1 pengaman lagi untuk belayer. Setelah belayer on pemanjatan dilanjutkan cleaning oleh Lia dengan di-belay oleh Nurahmad secara hanging belay. Sesampainya di pitch 1 Lia pun melakukan hal yang sama yaitu memasang 3 pengaman untuk dirinya.

Untuk turun, kami menggunakan teknik ravelling-an diikuti dengan cleaning secara simpul lepas. Pertama oleh Ramlan, lalu dilanjutkan oleh Nomad. Setelah Ramlan dan Nomad turun Lia melepas ketiga pengamannya dan memasang coasteel pada sling yang dikaitkan pada lubang tembus kemudian membuat simpul lepas menggunakan tali transfer. Tujuan memasang coasteel adalah sebagai pengaman dalam membuat simpul lepas dan persiapan ravelling double roop. Setelah mengunci double roop pada figure of eight Lia melepas coasteel serta sling, melepas kunci pada figure of eight kemudian melakukan ravelling double roop. Sesampainya di bawah Lia menarik simpul lepas.

Karena cuaca yang tidak mendukung (hampir hujan) Nomad menginstruksikan kepada Situm dan Yatri untuk mendirikan dome di lokasi camp. Waktu berakhirnya pemanjatan hari pertama ini menunjukkan pukul 16.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan ceklist dan packing peralatan panjat dan pribadi selama 20 menit. Kemudian kami berpindah tempat menuju tempat didirikan dome. Sesampainya kami di lokasi nge camp pukul 16.40 WIB. Ramlan, Nomad dan Lia istirahat, sementara Situm dan Yatri masak-masak  guna mempersiapkan makan malam bersama.

Memasuki waktu sholat Magrib, teriakan para burung hantu semakin terdengar jelas menambah suasana mistis yang terbentuk di lembah kera yang pada malam itu hanya dihuni oleh 5 orang pengembara dari Jogja. Sekitar pukul 19.30 WIB kami makan malam bersama dan 30 menit setelah itu kami melakukan evaluasi pemanjatan hari pertama dengan sebagian besar hal yang menjadi evaluasi adalah kurang percayanya si pemanjat terhadap alat (pengaman) yang sudah dibuat sendiri, serta masih kurangnya penguasaan materi dalam mem-belay pemanjat dari atas (hanging belay).  Setelah itu kami melakukan briefing guna mempersiapkan pemanjatan pada keesokan harinya dengan hasil penentuan personil yang akan memanjat, dan teknis rundown yang akan dijalankan.

Sekitar pukul 21.00 WIB kami mulai istirahat tidur. Karena begitu capeknya tim dalam menjalani kegiatan, maka kami begitu cepat langsung tertidur pulas. Namun hentakan para pemanjat dari Mapala Tursina berhasil membangunkan beberapa personil dari tim kami pada pertengahan malam (pukul 22..10 WIB). Mereka ternyata memilih lokasi nge-camp bersebelahan dengan tempat kami. Tim pemanjat dari Mapala Tursina ternyata tidak membawa kompor portable mengakibatkan mereka meminjam kompor satu-satunya yang kami miliki, namun atas dasar keputusan sepihak oleh korlap, maka kompor portable yang kami bawa kami pinjamkan kepada mereka.

Sekitar pukul 05.00 WIB pagi, kami bangun dan mulai membagi tugas, ada sebagian yang masak, sholat subuh dan mengambil air. Setelah makan pagi siap kami sarapan bersama untuk mengisi tenaga terutama bagi yang melakukan pemanjatan pada hari kedua. Dilanjutkan dengan pembongkaran dome dan packing perlengkapan masak. Kemudian kami meninggalkan tempat camp menuju tempat pemanjatan untuk melanjutkan memanjatan artifical pada hari kedua.

Pada pukul 07.15 kami melakukan setting alat untuk melakukan pemanjatan 3artifical kedua. Pada pemanjatan ini leader dilakukan oleh Situm, secondman Lia dan cleaning Yatri. Setelah segalanya siap Situm mengawali melakukan pemanjatan yang di belay oleh Yatri. Situm berhasil memasang 6 pengaman yang sebagian besar adalah sling baik webbing maupun prusik. Di tebing ini tidak digunakannya pengaman seperti chock heksa dan stopper karena morfologi tebing yang banyak ditemukan lubang tembus. Selama melakukan pemanjatan sket tebing dilakukan oleh Nomad dan Lia.

Setelah memasang pengaman ke enam Situm turun dikarenakan kelelahan tepatnya pukul 11.20 WIB, dan posisi leader digantikan oleh Nomad melanjutkan pemanjatan dengan di belay oleh Lia. Setelah sampai di pitch 1 Nomad memasang 3 pengaman dan 1 pengaman untuk hanging belayer. Pemanjatan dilanjutkan oleh secondman (Lia) yang dibelay dari atas oleh Nomad. Setelah sesampainya Lia di pitch 1 dan setelah membuat 3 pengaman untuk dirinya serta 1 pengaman untuk belayer, pemanjatan cleaning dilakukan oleh Yatri. Di tengah-tengah pemanjatan yang dilakukan oleh Yatri datanglah satu anggota Makupella yaitu Corindo Yoga dengan membawakan kami buah tangan. Selain menemani kami dalam pemanjatan Yoga juga mengajak kami untuk mampir ke tempat kediamannya di Kota Malang. Karena dua dari anggota tim yaitu Yatri dan Situm akan menempuh ujian maka kami tetap memutuskan untuk pulang ke Yogyakarta pada hari itu juga.

Tepat pukul 12.00 Yatri berhasil melepas 3 pengaman yang dibuat oleh Situm, lagi-lagi personil harus turun karena kelelahan. Sementara cleaning digantikan oleh Ramlan yang di hanging Belay oleh Lia. Hingga pengaman terakhir terlepas kemudian Ramlan climb down.

Kini yang berada di pitch 1 adalah Nomad dan Lia dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.45 WIB. Sama seperti pada pemanjatan hari berikutnya Nomad melepas ketiga pengamannya kemudian melakukan ravelling sementara Lia masih berada di atas untuk membuat simpul lepas dengan tali transfer. Kemudian memasang coasteel dengan membuat 1 pengaman terpisah yaitu menggunakan sling webbing yang dikaitkan pada lubang tembus dan melepas 3 pengaman pada dirinya untuk membuat tali raveling double roop. Setelah memasang figure of eight dan mengunci double roop pada figure of eight Lia melepas pengaman coasteel dan melakukan raveling double roop. Sesampainya di bawah Lia melepas tali karmantel yang digunakan untuk ravelling dan menarik tali transfer yang digunakan untuk simpul lepas.

Pemanjatan hari ini selesai pada pukul 13.05 WIB dan dilanjutkan dengan check list alat panjat dan beres-beres (packing). Setelah semuanya dirasa sudah beres kami melakukan cleaning lokasi untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal di lokasi pemanjatan. Tepat pukul 13.20 kami meninggalkan lokasi pemanjatan Tebing Lembah Kera. Dalam perjalanan menuju pos pemanjatan cuaca sangat mendung hingga hampir hujan. Dengan bantuan Yoga dan motornya sebagai operasional maka kami sampai di pos pemanjatan lebih cepat yaitu pada pukul 14.00. Sesampainya di sana ternyata kami sudah ditunggu oleh sopir angkut yang siap mengantarkan kami ke stasiun Kepanjen.

Setelah berpamitan kepada tuan rumah di tempat kediaman pos pemanjatan kami berangkat menuju stasiun Kepanjen. Hujan deras menemani kami selama perjalanan menuju stasiun. Sesampainya kami di stasiun pada pukul 14.40 dan hujan deras masih mengguyur kota Malang.

Ternyata kereta tiba di stasiun Kepanjen lebih awal dari yang diperkirakan dan kami meninggalkan stasiun Kepanjen pada pukul 15.35 WIB. Kebetulan kami tidak mendapat tempat duduk di kereta api maka kami memutuskan untuk menempati gerbong paling belakang. Kereta api sampai di Stasiun Solojebres tepat pukul 21.30 WIB.

Sesampainya kami di stasiun tersebut kami MCK dan membuka logistik yang masih tersisa serta masak-masak. Setelah itu pada pukul 23.00 kami bermalam di stasiun tersebut untuk menunggu kereta api dari Solojebres ke Lempuyangan, Yogyakarta keesokan harinya. Pada pukul 05.00 kami bangun dan dilanjutkan packing serta bersiap untuk naik kereta. Setelah kereta api datang tepat pukul 05.20 kereta Pramex yang kami naiki dari Solojebres menuju Yogyakarta mulai meninggalkan stasiun. Sesampainya di stasitun Lempuyangan pada pukul 06.45. Setelah sampai di Lempuyangan kami menunggu tim penjemput beberapa saat. Karena waktu yang sudah beranjak siang kami memutuskan untuk pulang ke tempat kediaman kami masing-masing untuk masuk kuliah pukul 07.30 pada hari itu.

Inilah sekilas perjalanan pengembaraan divisi panjat tebing yang telah kami jalankan. Bagi teman-teman yang ingin memberikan masukkan kami persilahkan.

Salam Lestari…..!Mati Urip Rock Climbing….!!!

Tim Pemanjat Makupella


Actions

Information

4 responses

19 06 2009
yuki, amd

salam lestari…

Salam RC..
Salam KPTY..

n pastinya Salam Makupella…(emang ada salam makupella? anggap aj ada deh)

ni RC kan dah nyampe jawa timur ne critanya… kapan ney mo merambah bagian baratnya??? he3x… pokoknya T.O.P B.G.T lah bwt kakak-kakak diksar VIII ku ini ya…

24 06 2009
Suyadi

Terima kasih telah berkunjung ke Lembah Kera Malang Selatan, Mohon maaf tidak bisa mendapingi selama di Malang

5 12 2009
yatri

pak suyadi maksah bgt… dah membantu dalam perjalanan kami….

28 06 2009
Situm

Makin hari aku makin bangga ma kalian semuanya….
temen-temen..tanks atas semua bantuan nya..
ada yang usul manjat di Jabar neh..py temen-temen..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: