BELAJAR PETA DI GUNUNG API PURBA, NGLANGERAN

12 07 2011

REPORTASE KEGIATAN

 

Nama Kegiatan                    : Latihan Pra Dikjut Susulan Diksar X & Wajib Diksar XI

Lokasi                                      : Gunung Api Purba (Ngelanggeran)

Materi                                     : IMPK & Pengenalan  GPS

Waktu                                     : 9 Juli 2011

Personil                                 : 7 orang: Nasrudin, Maman, Ica, Hermawan, Diah, Galih,

Rahmat

Dana                                      : Pribadi

Alur Cerita kegiatan

Waktu telah menunjukkan pukul 08.00WIB hari sabtu tanggal 9 Juli 20011. Ternyata aku telat bangun dari yang dijadwalkan untuk berangkat ke gunung Api Purba yang mundur setengah jam, menjadi pukul 08.30 WIB. Perjalanan yang sidikit lama. Kami melewati Bukit Bintang, dari sana kita dapat melihat kota  indahnya Yogyakarta karena daerahnya yang tinggi. Selain itu kami jaga mwlewati menara pemancar televise, dan sawah-sawah yang luas dan hijau.

Kami tiba di sana pukul 09.30 WIB yang dilangsungkan menuju ke pendopo untuk persiapan, yaitu pembagian alat yang di gunakan diantaranya: kompas bidik, protractor, peta Gunung Api Purba, dan polpen (pribadi) dan breafing. Setelah siap kami langsung menuju ke gununng untuk mencari daerah yang terbuka dan cocok untuk belajar IMPK. Kami menemukan tempat tersebut pada punggungan dengan titik koordinat 0449012 dan 9133237. Dari sana kami dapat melihat indahnya alam di padukan dengan seekor elang yang terbang melintas di samping punggungan.

Sekian lama kami mencari titik koordinat yang sulit ditemukan. Ternyata kami mempunyai kesulitan yang berbeda-beda, diantaranya Hermawan, dia selalu membidik tanda medan dari tempat yang berbeda setiap medannya. Padahal menurut ketentuan caranya, membidik minimal dua medan pada tempat yang sama dan tidak berpindah-pindah dengan posisi kompas datar dan arah jarum bidikan kompas tegak lurus 90 derajat. Begitu jaga dengan saya, setiap membidik medan pasti kompas menunjuk derajat 210 meskipun medannya berbeda-beda. Ternyata kompas yang saya gunakan telah mengalami kerusakan yang menyebabkan arah jarum bidikan mengalami kemiringan. Namun  akhirnya berhasil, kami pun melanjutkan perjalanan dan kami menemukan sebuah gubug yang tidak jauh dari tempat kami belajar IMPK. Disana kami membuat mie goreng dan secangkir kopi yang kami nikmati bersa-sama. Tidak ketinggalan kami mengusili salah satu anggota yang ikut karena tidak membawa air minum yang cukup karena di sana cukup panas dan dahaga. Hal ini semata-mata dilakukan hanya untuk member peringatan agar tidak mengulangi kembali karena standar safety tetap harus diperhatikan maski kegiatan lama ataupun sebentar dan jauh atau dekat.

Sore hari pukul 16.30 WIB kami kembali dan di perjalanan kami singgah di warung es untuk melepas dahaga dan efaluasi. Disini kami mempunyai kesulitan yang sama, seperti sulit menentukan medan, membaca kontur, ketepatan membidik, dan keraguan karena kadang meskipun hasil bidikan sama, tetapi pada hasil penarikan garis pada peta berbeda. Hal itu disebabkan karena derajat setiap kompas tidak sa, begitu juga dengan protaktor yang digunakan, dan hasil dari resection maupun intersection hanyalah pendekatan atau perkiraan.

By: diah wulandari


Actions

Information

2 responses

14 07 2011
Tommi Nasrul

Good Job !!!

27 06 2012
sumanto

BLOW JOB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: