JOMBLANG, Hutan Purba Eksotis Perut Bumi

1 08 2011

Gunung kidul dengan khas batuan karstnya mengantarkan kami ke salah satu goa dari banyak goa yang ada di kawasan pegunungan seribu ini. Kegiatan kali ini bertujuan untuk Latihan Wajib anggota muda diklatsar X dengan membawa misi eksplore dan mengenal morfologi gua. Berbagai persiapan pun kami lakukan, mulai dari simulasi guna merefresh kembali pengetahuan tentang teknik menyusuri gua, latihan simpul-simpul dan jerat,  sharing dan cheklist perlengkapan. Walaupun dirasa masih kurang dalam persiapan akhirnya hari pemberangkatan pun tiba. Tanggal 02 April 2010 tim eksplore berangkat menggunakan kendaraan bermotor yang berjumlah 6 motor menuju lokasi melewati jalur Wonosari dengan keberangkatan mulai pukul setengah empat sore. Hampir berbarengan dengan itu pemberangkatan Tim dari Divisi ORAD ke sungai serayu, di Banjarnegara. Ah, basecamp tercinta terlihat begitu hening selepas keberangkatan kami berkegiatan.

 Terlihat jiwa-jiwa yang dipenuhi tekad yang  bulat untuk sekedar bercumbu dengan ciptaan Tuhan yang bernama gua, mengingat tidak sedikit peralatan yang kami bawa untuk persiapan eksplore, 3 carrier, 12 daypack, 1 tenda doome kapasitas 12 orang dan perlengkapan lainnya yang menunjang berkegiatan. Personil tim eksplore jomblang kali ini berjumlah 12 orang, yang terdiri dari Maman Tumang Suryaman (kadiv caving), Dahlia Febrina (076 mkpl), Yulfikar Wowok Adi Suprapto (085 mkpl), Dadang Simeh Sanusi, Diah “Lemot “ Wulandari, Abimanyu-N, Papindra Pepi, Jenal Cilacap Arifin, Tohar “Aming”, Hermawan “Landoke”, Nuralam, dan I Gede.

Perjalanan begitu menegangkan mengingat jalur yang dilewati berliku-liku, tanjakan-turunan serta tikungan-tikungan tajam yang setiap saat bisa saja melayangkan nyawa kami bila tidak berhati-hati dalam melewatinya. Namun, akhirnya sekitar pukul 5 sore, kami tiba di lokasi, tepat sebelum menuju gua kami bertandang ke pendopo om Cahyo Alkantana yang lebih sering dikenal sebagai “Istana Jomblang” saat ini. Ramah tamah pun dilakukan, lalu setelah itu kami mulai mendirikan tenda doome yang tepatnya perdana kami menggunakannya dikarenakan baru saja dibeli.hehe. Awalnya , kami merasa kegiatan kali ini seperti tidak berbaur dengan alam bebas mengingat pemandangan taman pribadi milik ketua HIKESPI itu terlihat begitu “wah” di mata kami, tapi justru mendukung kegembiraan kami karena suasana saat malam begitu mempesona pandangan mata. Malam terasa cepat berlalu, mengantarkan kami pada pagi yang bersemangat untuk segera bergegas menelusuri Jomblang dengan hutan purbanya yang menyejukkan jiwa (gila,.bahasanya,.hehe).

Hari pertama,

Sarapan pagi sebagai awal permulaan penyusuran gua hari ini menjadi pendukung yang paling vital sebelum melakukan eksplore. sebagian tim menyiapkan menu sarapan pagi, sebagian lagi membuat lintasan turun dengan riggingman kali ini Maman “ Tumang “ Suryaman (kadiv caving). Lintasan selesai, dilanjutkan dengan sarapan. Lalu kemudian personil yang turun hari ini segera mempersiapkan diri. Kurang lebih pukul delapan pagi, descender-descender yang sudah terpasang ditubuh caver segera beraksi menuruni tali sebesar kelingking sedalam 60 meter kedalaman perut bumi. Jeng, jeng,.jeng,. Eksplorasi dimulai, mengelilingi dasar jomblang, menyusup hutan purbanya, lalu berlanjut perlahan menyusuri grubug dengan sungai surga bawah tanahnya. Setelah dirasa eksplorasi cukup, akhirnya tim yang turun hari ini kembali ascending satu per satu menuju basecamp di atas. Sekitar pukul 14.00 lewat, semua personil tiba di atas. Lalu kemudian kadiv caving memutuskan untuk melakukan eksplore kembali mengingat hari pada waktu itu masih siang, dan sepertinya cukup untuk melakukan eksplore lagi untuk tim selanjutnya yang akan turun. Enam orang dari sebagian tim kami kemudian turun berbekal rasa ingin tahu yang tinggi mengingat waktu menunggu hari esok terasa terlalu lama, karena sepertinya waktu berjalan sangat lambat saat itu. Kembali, descender-descender para caver menuruni tali sedalam 60 meter di perut bumi. Satu per satu, perlahan namun pasti. Lanjut bergerak meyusuri “kegelapan sejenak” nya grubug hingga tiba pada rongga cahaya “Lion King” dengan ketinggian 90 meter ke atas. Subhanallah , benar-benar surga dunia bawah tanah. Sungai mengalir begitu jernih dan deras memaksa diri kami untuk segera menceburkan diri dan bermain dengan kesegarannya. Suasana seperti inilah mengingatkan kembali diri kita bahwa begitu akbar ciptaan Tuhan yang terwujud dalam gua ini, menyadarkan diri juga bahwa terlalu kecil diri ini untuk merasa paling hebat, dan merasa sombong. Sudah seharusnya rasa syukur itu kita ucapkan disini karena tak banyak orang yang bisa melakukan eksplore seperti ini, syukur karena kita orang-orang terpilih yang bisa menikmati keagungan ciptaan Tuhan di kedalaman 60 meter perut bumi. Hari semakin gelap, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke atas dan beristirahat. Selepas magrib, semua personil tim yang kedua turun tiba di atas, Dilanjutkan dengan bersih-bersih diri, makan malam dan evaluasi.

Hari kedua,

Berdasarkan evaluasi dan briefing semalam, kami mengambil keputusan untuk turun eksplore sekitar pukul 08.00 pagi dan selesai sekitar pukul 10.00. walau sempat saling tunjuk siapa yang mau turun lagi hari ini, tidak membuat semangat kami untuk kembali mengeksplore menjadi down, empat orang dari tim akhirnya untuk kedua kalinya ke luweng jomblang dengan diameter mulut gua sekitar 100 meter. Kembali, descender yang terpasang di tubuh kami bergerak perlahan menuju dasar jomblang. Setelah 3 orang tiba di dasar jomblang, kami memutuskan untuk lanjut ke gua grubug, sedang yang terakhir menyusul kesana. Hari ini cerah, cercahan cahaya yang menembus jantung grubug membuat kami semakin terlena oleh waktu, sambil turun ke aliran sungai grubug, kami memanjakan diri untuk sekedar mengambil dokumentasi serta mengagumi kebesaran Tuhan atas berbagai bentuk ciptaanNya. Setelah dirasa cukup, kami memutuskan untuk kembali ke basecamp atas mengingat “ sepertinya” hari sudah semakin siang, walaupun dari kami sebenarnya tak satupun yang membawa jam tangan. Kurang lebih pukul 14.30 semua personil sudah tiba di atas. Di lanjutkan dengan bersih-bersih diri, makan siang yang sudah disiapkan, lalu checklist alat, packing, cleaning, and we’re ready to go home…sekitar pukul 16.00 kami mulai beranjak dari jomblang, namun sebelumnya kami mengucapkan terimakasih ke Om Cahyo Alkantana yang sudah bersedia meminjamkan kami 2 buah SRT set serta 7 buah helm caving. Tak lupa pula kami singgah di rumah Pak Brewok sebagai lurah dari kecamatan Semanu untuk berpamitan pulang. Jomblang, we’ ll be back again.(076mkpl).


Actions

Information

6 responses

1 08 2011
makupella

Kali Suci Sistem….

Memang aliran sungai bawah tanah dengan sejuta pesona dan misteri…… 🙂

21 02 2012
Kelampis Ireng

saya jadi pengen berpetualang dengan kak cahyo

22 02 2012
vita

slamat sian gmas, apakah ada website resmi mgenai info wisata ini ? pengen banget bsa ksana… tapi ndak tauk mesti hub siapa n biayanya berapa hiks😦

1 03 2012
bayu

selamat siang mas, mau tanya rekan-rekan makupella bisakah membantu guide untuk caving goa jomblang, adakah no yang bisa dihubungi
terimakasih

7 03 2012
Teguh Siswanto

Pretty Amazing! Jumát,23 Maret 2012 saya ingin membuktikan kecantikan Goa Jomblang,ada yang punya nmr telf Istana Jomblang? terimakasih

4 12 2013
makupella

Bagi teman-teman yang berminat monggo datang langsung ke BaseCamp Makupella ATK Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: