“Di Bawah Kibaran Panji Kehormatan”

4 10 2012

Dirgahayu Makupella, Dirgahayu Akademi Teknologi Kulit ….. !!!!!!

“. . . . . Mereka kembali ke puncak gunung-gunung, Mereka tengadah dan berkata kesanalah SOE HOK GIE dan IDHAN LUBIS pergi, Kembali ke pangkuan bintang-bintang.”

Itulah penggalan sebuah puisi untuk mengenang “Soe Hok Gie & Idhan Lubis” yang meninggal dipuncak Mahameru pada salah satu batu In Memoriam di gunung tersebut.

Puncak Gunung Semeru

Pagi ini,30 september 2012 bendera Makupella berhasil di kibarkan di atap tertinggi pulau jawa. Hari itu adalah peringatan 12 tahun berdirinya Makupella & apresiasi 54 tahun Akademi Teknologi Kulit Yokyakarta. Puncak yang menjulang setinggi 3.676 mdpl tersebut berhasil di capai oleh para pendaki Makupella pada pukul 07.00 wib.

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau jawa,3.676 mdpl dengan puncak Mahameru,dan gunung berapi tertinggi ke tiga setelah Rinjani & Gunung Kerinci. Untuk mencapai puncak Gunung Semeru kami harus menempuh jarak sejauh kurang lebih 20 kilometer dengan waktu 19 jam perjalanan,melewati hutan-hutan lebat & padang rumput yang luas.

Danau Ranu Kumbolo, 2.400 Mdpl

Di hari pertama kami bermalam di Danau Ranu Kumbolo di ketinggian 2400 mdpl,dengan suhu udara di bawah nol derajat celcius. Titik-titik embun di tenda kami membeku menjadi es di pagi harinya. Selanjutnya pada hari kedua seluruh team berkemas untuk menuju Kalimati ,pos pendakian terakhir sebelum “Summit Attack” ke Mahameru. Di sini kami mendirikan tenda untuk menaruh barang yang tidak di bawa menuju puncak,dengan begitu beban kami lebih ringan.

Mendaki puncak Mahameru dengan jalur pasir pada malam hari memiliki tantangan tersendiri. Udara yang dingin,gelap yang pekat,percabangan jalur dengan jurang-jurang yang dalam,juga rasa lelah dan kantuk adalah ujian yang harus kami lewati. Tidak jarang terjadi kecelakaan di jalur pendakian Mahameru bagi beberapa pendaki,baik di sebabkan oleh persiapan ataupun karna kondisi alam.

Perjalanan di Jalur Pendakian

Berpedoman pada informasi yang di dapat,kami membagi team menjadi kelompok-kelompok kecil yang saling memback up. Pendaki kuat berjalan bersama pendaki lemah,dari leader sampai pendaki terakhir(sweaper) sebagai penyapu jalur & back up rescue. Tengah malam, ketika sinar rembulan memancar terang kaki-kaki kami melangkah menjejaki gundukan pasir di jalur Mahameru. Oksigen yang tipis membuat nafas kami tersengat hampir-hampir menyesakkan dada. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada akhirnya tanah tertinggi di pulau jawa itu berhasil kami jejaki, kepulam asap “Wedus Gembel” dari kawah Jonggring Seloka menyambut kedatangan kami.

“Manusia cuma bisa berhasil menjejaki puncak,tapi tak pernah bisa menaklukan gunung”. (Gaston Rebuffat-Perancis).

Oleh :  TOM _072 MKPL


Actions

Information

2 responses

3 07 2014
Shofa Nurhidayati

Selamat malam.. izin mau pinjam fotonya untuk di pajang di museum olahraga ya🙂 terimakasih sebelumnya

24 10 2014
makupella

iya, museum olah raga dimana ya mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: