Pendidikan Lanjut Divisi Caving Diksar XIII

10 02 2014

Awal Februari masih dalam suasana UAS, Makupella melaksanakan pendidikan lanjut divisi caving diksar XIII. Tepatnya pada tanggal 31 Januari sampai 1 Februari 2014 berlokasi di Goa Branjang dan Goa Kayu Ayu Parangendog. Pendidikan lanjut ini merupakan rangkaian pendidikan yang harus di tempuh oleh anggota Makupella dengan tujuan mendidik anggota Makupella melalui pembekalan ilmu pengetahuan dan materi teknis berkaitan dengan penelusuran gua atau caving, sehingga anggota yang bersangkutan dapat berkegiatan caving secara mandiri dan dapat mengembangkannya. Mulai dari teknik penelusuran (rigging, anchoring, cleaning), bahaya dan etika penelusuran. Seluruh kegiatan dilakukan selama 2 hari dan tim menggunakan pendopo parangndog sebagai base camp kegiatan. Sehari sebelum pemberangkatan tim mempersiapkan alat – alat yang akan di bawa termasuk alat – alat pinjaman dari OPA yang ada di jogja. Check list alat wajib dilaksanakan dalam setiap berkegiatan untuk memudahkan pengawasan dan pemeliharaan alat.

Stalakmit

Stalakmit

Fajar menyingsing menyambut datangnya pagi, tak lama kemudian pancaran Nur yang cerah diiringi dengan nyanyian merdu burung menemani perjalanan tim membelah dinginnya pagi menyusuri jalan Parangtritis menuju Parangendog. Sesampainya di pendopo Parangendog tim langsung mendirikan doome untuk menyimpan barang- barang, serta menyiapka peralatan yang akan digunakan. Tim dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 yang terdiri dari Beck (haina), Hendras (zombie) dan Wawan (lala) caving di gua Branjang sedangkan kelompok 2 yang terdiri dari Lilis (geulis), Aneri (bos), Pipit (tante), dan Ziaul (cici) caving di gua Kayu Ayu.
Sambil menunggu persiapan alat, pendamping lapangan malaksanakan breafing dan cek lokasi. Diawali dari gua Branjang yang ternyata sedang digunakan teman – teman dari Mahapala (mapala Universitas Mercu Buana) kemudian ke gua Kayu Ayu. Untuk hari pertama dikjut dilaksanakan di gua Kayu Ayu. Trip pertama rigging cici dan second man lilis, trip kedua rigging pipit dan second man aneri trip ketiga rigging wawan second man beck disusul hendras. Rigging man memulai berkreasi membuat lintasan yang aman untuk dilalui dengan memperhatikan syarat –syarat dalam membuat lintasan.
Perlahan tim mulai menyusuri gua Kayu Ayu yang memiliki kedalaman sekitar 17 meter,Benar ternyata, gemblengan latihan-latihan, simulasi, dan sharing materi bermanfaat pada saat-saat seperti ini. Saat-saat dimana dituntut tidak boleh ada kesalahan sedikitpun yang dapat berakibat fatal pada nyawa kami. Tidak terdapat vegetasi di dalam gua, habitat gua yang kami temui hanya kelelawar dan kodok. Ada beberapa ornamen gua yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif lagi. Di dalam gua terasa sangat pengap, bahkan beberapa anggota tim harus menghirup oxcigan.
Hari kedua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana (plan A), tim di bagi menjadi 2 kelompok dan caving di gua Branjang dan gua Kayu Ayu. Pembagian tim tetap seperti hari pertama, namun di rolling dalam teknis pelaksanaannya. Sehingga semua peserta dikjut melaksanakan materi ringging dan cleaning.

Stalaktit

Stalaktit

Tim cowok caving di gua Branjang, sebalum membuat lintasan riggingman melaksanakan orientasi medan untuk mencari pengaman yang sesuai dan aman. Setelah mandapatkan pengaman yang aman riggingman mulai membuat lintasan. Gua branjang memiliki karakteristik yang berbeda dengan gua Kayu Ayu, gua Branjang merupakan aliran resapan air. Sehingga tim harus sangat memperhatikan jika sewaktu waktu terjadi hujan. Para caver mulai menyusuri gua Branjang yang memiliki kedalaman sekitar 20 meter. Tidak ada vegetasi di dalam gua, habitat gua yang kami temukan adalah seekor hewan mirip kecoa namun memiliki tanduk di bagian belakang (mirip kalajengking) hewan yang sangat unik. Gua branjang memiliki multi pitch, namun karena keterbatasan alat yang kami bawa maka kami hanya sampai di pitch pertama.

Wisnu(Biru) Wawan(orange)

Di dalam Gua kayuayu
Wisnu(Biru) Wawan(orange)

Satu hari penuh tim bergelut dengan simpul dan tali, menyisihkan rasa capek dan lelah memanfaatkan kegiatan untuk belajar dan memahami materi caving. Rasa kebersamaan dan persaudaraan terpahat di jiwa kami. Mentari mulai terbenam, hanya gelap malam dan hingar bingar lalu lintas sepanjang jalan Parangtritis yang menemani perjalanan pulang menuju base camp Makupella.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: