Pendakian Massal, Hal baru yang tak terlupakan…

15 04 2014

Sesekali kutengok kebelakang seakan enggan meninggalkan gunung itu kawan.gunung yang terlihat kokoh mendampingi sang merapi yang tertidur.ya , gunung merbabu kawan tentunya. Aku teringat ketika kemarin kamis teman teman sibuk menyiapkan alat alat.mungkin dalam benak mereka juga tidak sabar untuk menunggu hari esok.karena hari esok hari jumat,dupuluh enam anggota MAKUPELLA akan melakukan pendakian masal.

Merapi dari puncak Merbabu

Merapi dari puncak Merbabu

Mentari di ufuk barat mulai meredup,tak terasa BC makupella sudah penuh sesak dengan jiwa jiwa petualang muda.ketika mentari benar benar terlelap,dua puluh enam orang pun berangkat menggunakan truk,tapi hanya aku dan hendras saja yang menggunakan motor.jam menunjukan pukul Sembilan malam,akhirnya rombongan tiba di polsek dan akan dilanjutkan berjalan kaki menuju BC pendakian .jaraknya cukup jauh,lumayan menguras tenaga juga.satu persatu rombongan tiba,mereka langsung bergegas istirahat untuk menyiapkan tenaga agar fit saat esok pagi.oh,, ya kawan,kebetulan kita bertemu dengan dua senior kita yang memang mereka berencana ingin mendaki juga lewat selo.

Pagi itu aku terbangunkan oleh suara suara hiruk pikuk teman teman yang telah bangun duluan.hari ini mentari sangat terik dan cuaca seakan menyambut kita.tak lama kulihat teman teman menggenggam sendok besi dan siap menyantap sarapan di pagi ini yang memang telah dipesan.perut kenyang,badan bugar,saatnya meregangkan otot dan persendian.sekitar sepuluh menit kami berlenggak lenggok di depan BC untuk melakukan pemanasan.sekarang semua telah siap,kepala kami tundukan kebawah,tangan tangan kecil di depan dada.kami memohon kepada tuhan agar slalu menyertai setiap langkah kami.rombongan mulai bergerak,satu persatu rombongan mulai meninggalkan BC pendakian.aku,hendras dan bahrul berjalan di belakang walaupun masih ada tiga orang lagi yang berjalan dibelakang kami.

Sunrise merbabu

Sunrise merbabu

Hari ini kita tidak diburu oleh waktu,target kita hari ini adalah sabana dua.sabana yang luas,hijau dan indah.perjalanan sebenarnya tidak ada kendala yang berarti.hanya mendekati sabana satu beberapa orang mulai tepar,benar saja jalurnya memang rock n roll dengan tanjakan tanjakan terjal yang licin.akupun juga ngos-ngosan juga.dengan membawa dua carier karena salah satu anggota mengalami masalah.lumayan untuk pemanasanlah,hehehe,,,
Hampir seluruh rombongan telah berada di sabana satu.sesekali ku tatap wajah wajah lelah itu.akhirnya kita sepakat akan ngecamp di sabana satu ini.satu persatu tenda dhome mulai berdiri,asap asap kompor mulai

Makan Bareng di Sabana

Makan Bareng di Sabana

membumbung,aroma aroma sedap mulai tercium.aku sungguh amat rindu dengan suasana seperti ini.mentari seakan bersembunyi dibalik jeruji kabut kabut,tak terasapun petang telah menjemput.api unggun mulai menyala redup redup,suara suara music,canda tawa,sendau gurau mulai sayup sayup terdengar,malam ini kami kami memang sungguh dekat dengan alam.
Pagi masih begitu muda dan kabut masih begitu tebal namun terdengar suara mbak lia yang membangunkan kami satu persatu.pagi yang sunyi sekejap berubah,hiruk pikuk suara mulai mewarnai pagi ini.para jiwa jiwa muda angkatan 14 sudah tak sabar ingin merasakan puncak pertamanya.jalan jalan setapak kini dipenuhi dengan cahaya headlamp,mereka sudah mulai bergegas untuk muncak.sesekali ku tengok kebelakang terlihat seperti gerombolan kunang kunang.

Foto Bareng Diksar XIV

Foto Bareng Diksar XIV

Pagi mulai menyingsing,sang fajar mulai merangkak naik,muka muka mereka kini mulai terlihat.pagi itu dihiasi pose pose narsis mereka,memang cukup menggelikan tapi aku senang melihat adek adeku seperti itu.mungkin itulah kawan cara mereka untuk menikmati alam.satu persatu kaki kaki kecil mulai menapaki puncak triangulasi.wajah wajah ceria,puas,bangga dan lelah bercampur.sambil menunggu mereka menjelajah,aku cukup menunggu barang barang yang mereka tinggalkan di triangulasi.lensa lensa kamera mulai berkedip mengabadikan momen momen langka bagi mereka.

Puncak Kenteng Songo

Puncak Kenteng Songo

Kabut kabut mulai menyusul kita ke puncak,memang seakan hendak mengusir kita.memang sudah saatnya untuk meninggalkan tempat ini dan kembali ke sabana satu.kompor kompor kembali menyala,nesting mulai di tumpangkan ,butiran beras mulai dimasak.lauk pauk juga mulai di olah.setelah makan untuk mengisi tenaga,kita mulai packing.dhome satu persatu mulai terlipat rapi pertanda tak lama lagi kita akan beranjak pergi.tetesan hujan dan gelegaran suara dari langit mengiringi langkah langkah kami.setibanya di BC pendakian kita rebahkan sedikit tubuh ini sambil berMCK.

Foto bareng di jalur pendakian selo

Foto bareng di jalur pendakian selo

menjelang petang,kita usdah mulai jalan menusuri jalanan kampong menuju truck yang menunggu kami di bawah.SELAMAT TINGGAL MERBABU…

Created :Arief Kurniawan


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: